Kabar Baik! Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Lagi, Ada Diskon Transportasi hingga Bantuan Pangan

Oleh: Lydia Fransisca
Selasa, 30 Juni 2026 | 06:41 WIB
Warga memikul beras usai mengambil bantuan pangan gratis di Balai RW 03 Kelurahan Menteng, Jakarta, Rabu, (12/11/2025). (Berita nasional.com/Oke Atmaja)
Warga memikul beras usai mengambil bantuan pangan gratis di Balai RW 03 Kelurahan Menteng, Jakarta, Rabu, (12/11/2025). (Berita nasional.com/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com - Pemerintah akan meluncurkan paket stimulus ekonomi pada semester II 2026 untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global. Program tersebut mencakup berbagai insentif, mulai dari diskon transportasi, bantuan pangan, hingga program peningkatan kompetensi kerja.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari mengatakan, stimulus tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong konsumsi domestik agar dapat menopang pertumbuhan ekonomi pada paruh kedua tahun ini.

"Seluruh stimulus tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo untuk menjaga daya beli masyarakat, mendorong konsumsi domestik, serta melindungi masyarakat dari dampak ketidakpastian global," ujar Qodari dalam keterangannya, Selasa (30/6/2026).

Qodari berujar, salah satu stimulus yang disiapkan pemerintah berupa diskon tarif transportasi sebesar 30 persen untuk kereta api dan kapal laut Pelni saat periode libur sekolah serta libur Natal dan Tahun Baru.

Selain itu, pemerintah juga memberikan insentif berupa pembebasan tarif jasa kepelabuhan bagi transportasi penyeberangan serta Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk transportasi udara pada periode yang sama.

"Insentif ini diharapkan dapat mendorong mobilitas masyarakat sekaligus menciptakan efek pengganda atau multiplier effect bagi perekonomian," jelas Qodari.

Pemerintah juga menyiapkan bantuan pangan bagi 33,24 juta penerima manfaat selama Juli hingga September 2026. Bantuan tersebut diberikan untuk membantu kelompok masyarakat rentan menghadapi perubahan harga kebutuhan pokok.

Selain itu, program peningkatan kompetensi kerja juga masuk dalam paket stimulus. Pemerintah akan membuka program magang nasional bagi 150.000 lulusan perguruan tinggi, pelatihan vokasi bagi 220.000 lulusan SMA dan SMK, serta pelatihan bagi 50.000 pekerja terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).

Qodari menyebut bahwa program tersebut ditujukan untuk meningkatkan kemampuan tenaga kerja sekaligus memperluas peluang kerja.

Tak hanya masyarakat, pemerintah juga menyiapkan insentif bagi dunia usaha agar kegiatan operasional tetap berjalan di tengah kondisi ekonomi global.

Dukungan tersebut diberikan melalui fasilitas bea masuk 0 persen untuk impor LPG bagi industri petrokimia dan impor bahan baku plastik.

Pemerintah turut memberikan dukungan bagi sektor industri kreatif melalui tarif khusus Pajak Penghasilan (PPh) Final sebesar 1,5 persen bagi penulis.

"Pemerintah akan terus mengawal implementasi seluruh kebijakan tersebut agar berjalan sesuai rencana, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat," tandasnya.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: