Dukung Prabowo Bentuk Satgas Guru Besar, DPR Dorong Dana Riset Ditambah Jadi Rp8 Triliun

Oleh: Ahda Bayhaqi
Selasa, 30 Juni 2026 | 14:15 WIB
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani (Beritanasional/Ahda)
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani (Beritanasional/Ahda)

BeritaNasional.com - Komisi X DPR mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto membentuk Satuan Tugas (Satgas) Guru Besar. Komisi X juga menyambut baik rencana dana riset akan ditambah Rp4 triliun.

Namun, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani mendorong agar dana riset ditambah lebih dari Rp4 triliun pada 2027. Menurutnya angka ideal dana riset mencapai Rp7-8 triliun.

"Sehingga Mensesneg juga sudah menyampaikan bahwa riset akan ditambah 4 triliun, itu tahun ini, 2026. Tentu 2027 kami mendorong jangan 4 triliun, tetapi lebih dari 4 triliun. Penting karena mengingat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dibutuhkan inovasi, dibutuhkan penelitian untuk membangun bangsa yang besar ini, seperti Indonesia ini," ujar Lalu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (30/6/2026).

"Idealnya sekitar 7 sampai 8 triliun. Tetapi lagi-lagi kita melihat kondisi fiskal kita. Kalau 2026 okelah 4 triliun, tetapi 2027 kami berharap bisa naik, bisa nambah, bahkan lebih dari 7 sampai 8 triliun," jelasnya.

Lalu menilai, dana riset saat ini masih belum ideal. Sebab riset yang dilakukan harus meliputi banyak sektor dan dari level perencanaan harus tepat sasaran.

"Tujuannya juga harus betul-betul sesuai dengan yang dibutuhkan oleh pemerintah. Jangan sampai hasil riset ini hanya sekadar jurnal, hanya sekadar masuk ke perpustakaan, tetapi aplikasinya yang harus kita pikirkan terlebih dahulu," katanya.

Menurut Lalu, ada komitmen Prabowo agar guru besar di Indonesia tidak kalah dibanding guru besar negara lain. Prabowo dinilai ingin melibatkan guru besar demi pembangunan bangsa 

"Presiden ingin menyampaikan kepada seluruh guru besar bahwa beliau ingin memulai dan beliau berharap juga bahwa apa yang dilakukan hari ini, langkah-langkah yang dilakukan, langkah-langkah perbaikan hari ini memang tidak mudah. Oleh sebab itu, beliau memberikan pemahaman kepada seluruh guru besar dan pimpinan perguruan tinggi untuk mendukung secara total seluruh perencanaan program dan pembangunan yang disiapkan oleh Presiden Prabowo," ujar Lalu.

Politikus PKB ini yakin jika kampus dilibatkan, maka dapat mempercepat proses dan perencanaan pembangunan melalui riset.

"Nah, kita memiliki kampus-kampus hebat hari ini, itu yang harus dimanfaatkan semaksimal mungkin dalam rangka mendorong dan mempercepat proses dan perencanaan pembangunan, baik jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang. Melalui riset-riset tadi, penelitian, dan sebagainya," katanya.

Komisi X DPR akan melakukan pengawasan terhadap seluruh perencanaan dan program khususnya di sektor pendidikan tinggi, riset dan inovasi. DPR akan mengawasi dari level perencanaan.

"Pada prinsipnya, pertemuan kemarin bagi kami di Komisi X itu sangat positif, langkah yang diambil oleh Presiden sangat baik sekali dalam rangka memberikan pemahaman agar satu visi nih, dalam membangun keindonesiaan ini kita harus satu visi, walaupun berbagai macam kritik, saya rasa kritik itu hal yang lumrah, berbagai macam pendapat, berbagai macam pandangan, keragaman itu harus menjadi satu untuk membangun Indonesia ini," jelas Lalu.


 sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: