LPSK Ikut Turun Tangan Dalami Kematian Dokter Icha

Oleh: Bachtiarudin Alam
Selasa, 30 Juni 2026 | 14:22 WIB
Dokter Icha Pakaenoni, dokter yang diduga diintimidasi oleh 3 Anggota DPRD Timor Tengah Utara, NTT. (BeritaNasional/X ichaaaww)
Dokter Icha Pakaenoni, dokter yang diduga diintimidasi oleh 3 Anggota DPRD Timor Tengah Utara, NTT. (BeritaNasional/X ichaaaww)

BeritaNasional.com - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) ikut turun langsung melakukan pendalaman dalam rangka memberikan perlindungan atas kasus kematian dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni alias Dokter Icha.

Diketahui Dokter Icha Adalah tenaga kesehatan di Rumah Sakit Leona Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT) yang ditemukan tewas bunuh diri diduga akibat depresi.

“Terkait dengan hal ini (kasus kematian dokter Icha) Tim LPSK sudah turun Minggu kemarin, tanggal 28 Juni lalu,” kata Wakil Ketua LPSK Susilaningtyas saat dihubungi, Selasa (30/6/2026).

Menurut Susi, timnya saat ini masih berupaya untuk menjangkau keluarga dari almarhum dokter Icha untuk membuat permohonan, agar proses asesmen pelindungan bisa berjalan. 

“Tim bertemu dengan ayah korban, tapi mereka belum ajukan permohonan ke LPSK, karena mau selesaikan dulu urusan adatnya,” jelasnya.

Sebelumnya, kasus meninggalnya dokter Icha sempat menyita perhatian setelah ditemukan tewas gantung diri pada Rabu (26/6/2026). Kasus ini menjadi ramai, karena korban diduga mengalami intimidasi yang berkaitan penanganan seorang pasien.

Dugaan intimidasi semakin mencuat sesuai muncul dugaan pelaku bukan orang sembarangan, melainkan oknum dari Anggota DPRD TTU. Namun dugaan isu masih terus didalami aparat kepolisian termasuk Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk memastikan seluruh fakta terungkap secara objektif.

Respons Bupati TTU

Sebelumnya, Bupati Timor Tengah Utara (TTU) Provinsi NTT Yosep Falentinus Kebo mendukung upaya dari keluarga untuk memproses secara hukum kasus kematian dokter Icha yang diduga akibat diintimidasi oleh tiga anggota DPRD.

"Kami sepenuhnya mendukung berbagai upaya yang akan dilakukan oleh keluarga dr. Icha termasuk upaya hukum," kata Falentinus dikutip dari Antara.

Falentinus menegaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan kepolisian di Polres TTU untuk menangani kasus dugaan intimidasi setelah pihak keluarga memutuskan membuat laporan.

"Mungkin nanti setelah malam ketiga baru proses pelaporan dilakukan ke aparat kepolisian," tegasnya.

Falentinus sangat menyayangkan kematian dokter Icha, di tengah kebutuhan tenaga kesehatan di wilayahnya. Bahkan, ia merasa khawatir kasus ini menimbulkan tanggapan negatif bagi tenaga kesehatan yang hendak mengabdi Kabupaten TTU.

"Saat ini kita sedang membutuhkan banyak tenaga kesehatan untuk bertugas di TTU, namun peristiwa ini akan membuat mereka takut untuk bertugas di TTU lagi, karena khawatir mendapatkan perlakuan yang sama," tandas Falentinus.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: