Endrick Terima Peran Baru di Timnas Brasil demi Carlo Ancelotti
BeritaNasional.com - Penyerang muda berbakat Brasil Endrick menegaskan dirinya sama sekali tidak keberatan meski sejauh ini hanya menjadi aktor pendukung di skuad Selecao.
Pemain berusia 19 tahun itu mengaku sangat puas dengan perannya saat ini saat Brasil bersiap menghadapi Norwegia pada babak 16 besar Piala Dunia.
Hingga fase gugur ini, bintang muda Real Madrid tersebut memang belum pernah turun sebagai starter dan lebih banyak memulai laga dari bangku cadangan.
Kendati demikian, Endrick memilih bersabar dan menaruh kepercayaan penuh pada keputusan sang manajer, Carlo Ancelotti.
"Dia (Ancelotti) tidak akan melakukan apa yang terbaik untuk saya, dia akan melakukan apa yang terbaik untuk tim," ujar Endrick yang dikutip dari laman resmi FIFA menjelang laga kontra Norwegia yang akan digelar di Stadion New York New Jersey, Kamis (2/7/2026).
"Dia tidak takut, dia melakukan apa yang menurutnya benar, dan semuanya berjalan lancar. Semua yang dilakukan Carlo tampaknya berhasil. Kapan pun manajer menyuruh saya melakukan sesuatu, saya tidak akan ragu. Saya akan melakukan apa pun yang dia minta," tegasnya.
Perjalanan Endrick di turnamen ini dimulai dengan duduk di bangku cadangan tanpa semenit pun bermain saat Brasil ditahan imbang Maroko di laga pembuka.
Setelah itu, mantan penyerang Palmeiras ini selalu dipercaya masuk sebagai pemain pengganti di setiap pertandingan berikutnya.
Meski namanya belum tercatat di papan skor, kontribusi Endrick di atas lapangan tidak bisa dipandang sebelah mata.
Ia menuai banyak pujian berkat performa impresifnya di babak kedua saat melawan Jepang di babak 32 besar.
Beroperasi di area sentral, pergerakannya terbukti efektif membuka ruang dan memecah konsentrasi lini pertahanan lawan demi keuntungan rekan setim.
Bagi Endrick, kesempatan mengenakan seragam legendaris kuning-hijau di kompetisi sepak bola paling bergengsi sejagat ini sudah merupakan sebuah pencapaian besar.
"Saya sangat bersyukur bisa berada di sini. Bagi saya, hanya menjadi bagian dari grup ini dan bermain di Piala Dunia saja sudah merupakan kemenangan," tuturnya.
"Saya rasa semua 26 pemain sangat ingin bermain dan semuanya sudah siap sepenuhnya. Jika ada di antara 26 pemain yang belum siap, mereka tidak akan berada di sini," tambahnya.
Bagi penyerang lincah ini, keberadaan Ancelotti di kursi kepelatihan timnas Brasil menjadi berkah tersendiri.
Ini menjadi momen reuni yang manis setelah keduanya menghabiskan musim pertama yang solid bersama Real Madrid di Spanyol.
"Dia adalah manajer pertama saya ketika saya tiba di Eropa," kenang Endrick mengenai juru taktik asal Italia tersebut.
"Saya rasa Brasil tidak mungkin memiliki pelatih yang lebih cocok daripada Ancelotti sebagai kepala pelatih. Kami berharap untuk terus berkembang, karena itulah yang terpenting bagi kami selama siklus ini," ucapnya
Endrick juga menceritakan bagaimana Ancelotti mendidiknya untuk menjadi pemain yang sabar namun mematikan sejak di level klub.
Jam terbang yang didapatkannya di Madrid dinilai menjadi modal penting untuk membentuk mentalitasnya di Piala Dunia.
"Di musim pertama saya bersama pelatih di Real Madrid, saya banyak bermain. Memang tidak banyak menit, tetapi saya selalu masuk sebagai pemain pengganti di hampir setiap pertandingan. Dia selalu menyuruh saya untuk tetap tenang karena momen saya akan tiba."
"Di Copa del Rey, dia memberi saya lebih banyak kesempatan dan hampir selalu menurunkan saya sebagai starter di setiap pertandingan. Saya berhasil mencetak gol di hampir semua pertandingan tersebut dan saya selalu tetap tenang. Pelatih ini adalah salah satu manajer terbaik di dunia," tandasnya.
PERISTIWA | 23 jam yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
BUDAYA | 19 jam yang lalu







