Ambisi Besar Marquinhos Bersama Timnas Brasil di Piala Dunia 2026

Oleh: Tarmizi Hamdi
Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:00 WIB
Bek sekaligus kapten Timnas Brasil Marquinhos. (Foto/Instagram Marquinhos)
Bek sekaligus kapten Timnas Brasil Marquinhos. (Foto/Instagram Marquinhos)

BeritaNasional.com - Bek tengah sekaligus kapten Tim Nasional (Timnas) Brasil Marquinhos menegaskan kesiapannya untuk menghadapi tekanan masif demi mewujudkan mimpi merengkuh trofi Piala Dunia 2026 di Amerika Utara. 

Di usianya yang menginjak 32 tahun, pemain yang baru saja sukses mempertahankan gelar juara Liga Champions UEFA dua kali berturut-turut bersama Paris Saint-Germain (PSG) ini bertekad membawa timnas berjuluk Seleção ini mengakhiri puasa gelar dan meraih trofi keenam mereka.

Sebagai pemain veteran yang kenyang pengalaman, Marquinhos paham betul arti pasang surut di lapangan hijau. 

Menatap edisi Piala Dunia ketiganya, ia menilai rasa frustrasi masa lalu justru menjadi modal penting untuk mengarungi turnamen kali ini.

"Saya pernah mengalami (frustrasi) itu di level klub dan begitu pula beberapa pemain lain di skuad. Kami tahu standar sangat tinggi dan semuanya bergantung pada detail terkecil. Membuat kesalahan sesedikit mungkin, memanfaatkan kesalahan lawan, dan tetap kuat," kata Marquinhos yang dikutip dari laman resmi FIFA pada Sabtu (13/6/2026).

Menjadi Tameng bagi Pemain Muda

Perjalanan Marquinhos di dua Piala Dunia sebelumnya memang berakhir pilu di babak perempat final. 

Setelah didepak Belgia pada 2018, Brasil harus tersingkir secara dramatis lewat adu penalti melawan Kroasia di Qatar tiga setengah tahun lalu. Eksekusi Marquinhos membentur tiang gawang. 

Kini, dengan ban kapten di lengan, tugasnya bukan lagi sekadar mengawal lini pertahanan, melainkan menjadi jangkar mental bagi tim.

"Para pemimpin menunjukkan jati diri mereka dalam keadaan sulit dan penuh tantangan. Saat itulah Anda perlu tampil dan memikul tanggung jawab, terutama bagi para pemain muda," jelas Marquinhos.

Sebagai sosok yang kerap menjadi juru bicara tim di masa-masa sulit, ia menambahkan pentingnya menjaga ketenangan.

"Ketika keadaan menjadi sulit, Anda perlu menjadi kuat, membantu menjaga ketenangan, dan memahami bahwa Anda dapat membalikkan keadaan melalui kerja keras, latihan, dan dedikasi," ujarnya.

Sentuhan Magis Carlo Ancelotti dan Optimisme Tim

Langkah Brasil menuju Piala Dunia 2026 sebenarnya tidak sepenuhnya mulus. Mereka sempat mengalami ketidakstabilan kursi kepelatihan dan hanya mampu finis di peringkat kelima kualifikasi zona CONMEBOL. 

Kendati demikian, kehadiran juru taktik kawakan asal Italia, Carlo Ancelotti, membawa angin segar dan harapan baru bagi skuad Samba.

"Ancelotti adalah seorang pemenang sejati yang telah membuktikan bahwa dia tahu bagaimana mengubah sebuah tim menjadi juara," tutur Marquinhos.

"Kami sangat senang memiliki manajer seperti dia, yang benar-benar memahami skuadnya, para permisnya, dan yang sangat memahami sisi taktis permainan, dan terlebih lagi tentang apa yang dibutuhkan untuk menjadi juara. Dia telah membawa semangat baru ke dalam tim, keunggulan ekstra yang kami butuhkan menjelang Piala Dunia ini," tambahnya.

Kesempatan Terakhir Sang Kapten

Bagi Marquinhos, gairahnya terhadap Piala Dunia sudah membara sejak ia menyaksikan generasi Ronaldo, Rivaldo, dan Ronaldinho meraih trofi kelima Brasil pada tahun 2002 silam saat dirinya masih berusia delapan tahun. Turnamen tahun ini akan menjadi puncak dari babak baru karier internasionalnya.

"Setiap pemain yang mengangkat trofi itu mengatakan bahwa itu tanpa diragukan lagi adalah momen terhebat dalam hidup mereka. Saya ingin mengalaminya sendiri. Jika saya memenangkan Piala Dunia, itu akan menjadi puncak hidup dan karier saya," ungkap pemain kelahiran São Paulo tersebut.

Menyadari usianya yang sudah berkepala tiga, Marquinhos tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan emas yang ada di depan mata.

"Di usia 32 tahun, ini mungkin kesempatan terakhir saya," tandasnya.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: