Risiko di Selat Hormuz Masih Tinggi Meski Aktivitas Pelayaran Mulai Pulih

Oleh: Tim Redaksi
Sabtu, 04 Juli 2026 | 06:04 WIB
Ilustrasi selat Hormuz. (Foto/Gemini AI).
Ilustrasi selat Hormuz. (Foto/Gemini AI).

BeritaNasional.com - Aktivitas pelayaran komersial di Selat Hormuz mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah sempat terganggu akibat konflik di Timur Tengah.

Meski demikian, jumlah kapal yang melintas masih belum kembali ke tingkat sebelum perang.

Analis pertahanan Alex Alfirraz Scheers mengatakan semakin banyak kapal kini kembali mengaktifkan sistem pelacakan saat melintasi Selat Hormuz. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi kabar baik bagi perdagangan global.

"Ini merupakan sinyal positif karena ekonomi global sangat membutuhkan pemulihan sejak konflik dimulai. Namun, risiko terkait Selat Hormuz akan tetap ada," ujar Scheers, seperti dikutip dari aljazeera, Sabtu (3/7/2026).

Meski aktivitas pelayaran mulai membaik, ia menilai ancaman terhadap jalur pelayaran strategis tersebut belum akan hilang dalam waktu dekat.

Scheers juga menyoroti belum adanya perkembangan signifikan dalam pembicaraan teknis antara Iran dan Amerika Serikat.

Kondisi itu membuat penyelesaian jangka panjang terkait keamanan Selat Hormuz masih belum terlihat.

"Kami belum melihat kemajuan yang diperlukan dalam pembicaraan teknis antara Iran dan Amerika Serikat yang dapat menghasilkan solusi pasti mengenai status Selat Hormuz," katanya.

Ia menambahkan, posisi Selat Hormuz masih menjadi salah satu alat tawar penting bagi Iran dalam setiap proses negosiasi.

"Bagi Iran, Selat Hormuz tetap menjadi salah satu kartu tawar yang bisa digunakan apabila proses negosiasi tidak berjalan sesuai harapan," tutup Scheers.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: