Bukan Hanya Dagang, Jakarta Punya Strategi Baru untuk Tembus Top 50 Kota Global di 2030

Oleh: Tim Redaksi
Sabtu, 04 Juli 2026 | 18:30 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat membuka puncak JKF 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (4/7/2026). (Foto/Pemprov Jakarta)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat membuka puncak JKF 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (4/7/2026). (Foto/Pemprov Jakarta)

BeritaNasional.com - Pemprov DKI Jakarta mulai menggeser fokus pembangunan ekonomi demi mengejar target masuk ke dalam jajaran 50 besar kota global pada 2030. 

Pembangunan ibu kota kini tidak lagi hanya bertumpu pada sektor perdagangan dan jasa tradisional.

Pesan ini ditegaskan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat membuka puncak Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (4/7/2026).

Pramono menjelaskan, untuk mempercepat transformasi menuju kota global, Jakarta akan memperkuat fondasi ekonomi lewat tiga pilar baru. Yakni, ekonomi kreatif, sektor sports and lifestyle (olahraga dan gaya hidup), serta industri MICE (Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions).

"Ketiga sektor ini memiliki potensi besar untuk menciptakan lapangan kerja, menarik investasi, dan meningkatkan daya saing Jakarta di tingkat nasional maupun global," ujar Pramono dalam sambutannya.

Panggung Kolaborasi Lintas Sektor

Festival JKF 2026 yang mengusung tema "A Creative Movement for a Sustainable Global City" ini berlangsung pada 4–5 Juli 2026. Acara ini sekaligus menjadi bagian dari perayaan HUT ke-499 Kota Jakarta.

Menurut Pramono, JKF berfungsi sebagai wadah kolaborasi raksasa yang menyatukan pemerintah, Bank Indonesia, OJK, pelaku UMKM, komunitas kreatif, dunia usaha, akademisi, hingga media dalam satu ekosistem.

Sejauh ini, fondasi ekonomi Jakarta memang terpantau kokoh. Pada Triwulan I-2026, ekonomi Jakarta tumbuh 5,59 persen dan menyumbang 16,67 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional. Di sektor digital, Jakarta bahkan mendominasi dengan menyumbang sekitar 38 persen dari total transaksi QRIS secara nasional, yang disokong oleh 422.261 pelaku UMKM.

Untuk menjaga momentum ini, Pemprov DKI terus mematangkan program JakPreneur guna memastikan para pelaku UMKM lokal melek digital, mendapatkan modal, dan bisa memperluas pasar.

Target Transaksi Rp40 Miliar dan Rekor MURI

Gerakan memajukan ekonomi real ini juga didukung penuh oleh Bank Indonesia. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan, menyebutkan ada 67 lembaga dan instansi yang berkolaborasi dalam JKF tahun ini.

Melalui berbagai program terintegrasi seperti business matching dan edukasi keuangan, JKF 2026 membidik perputaran uang yang fantastis selama dua hari pelaksanaannya.

"Transaksi selama penyelenggaraan JKF 2026 ditargetkan mampu mencapai Rp40 miliar," kata Iwan. Ia menambahkan, pengembangan ekonomi kreatif Jakarta ke depan akan sangat difokuskan pada tiga industri utama, yakni olahraga, musik, dan film.

Apresiasi senada juga datang dari Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta. Ia menilai JKF 2026 menjadi bukti nyata bahwa digitalisasi sistem pembayaran dan pengembangan UMKM bisa berjalan beriringan untuk mendongkrak produktivitas ekonomi Jakarta.

Menariknya, kreativitas warga Jakarta dalam festival ini tidak hanya datang dari industri modern. JKF 2026 juga diwarnai dengan pemecahan Rekor MURI untuk Pajangan Hasil Pertanian Perkotaan (Urban Farming) dengan Jenis Terbanyak. Penghargaan ini melibatkan 157 petani kota yang sukses memamerkan 64 jenis komoditas pertanian.

"Pencapaian ini menunjukkan inovasi tidak hanya lahir dari industri kreatif, tetapi juga tumbuh di sektor pertanian perkotaan," tandasnya.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: