Kemenhaj Gelar Rakernas Evaluasi Haji 2026, Siapkan Strategi Layanan yang Humanis dan Adaptif

Oleh: Tim Redaksi
Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:30 WIB
Kemenhaj gelar Rakernas Evaluasi Haji 2026. (Foto/Kemenhaj)
Kemenhaj gelar Rakernas Evaluasi Haji 2026. (Foto/Kemenhaj)

BeritaNasional.com - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) resmi menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 H/2026 M di Jakarta, Sabtu (4/7/2026).

Mengusung tema "Berbenah Tanpa Henti, Menghadirkan Layanan Haji yang Humanis, Profesional dan Adaptif", forum ini menjadi momentum konsolidasi sekaligus langkah awal perumusan strategi besar untuk mendongkrak kualitas pelayanan haji Indonesia di musim mendatang.

Sekretaris Jenderal Kemenhaj Teguh Dwi Nugroho menegaskan seluruh hasil evaluasi operasional haji tahun ini akan menjadi fondasi utama dalam menyusun kebijakan pelaksanaan haji berikutnya.

“Rakernas ini bukan sekedar forum evaluasi, tetapi ruang bersama untuk membangun ekosistem penyelenggaraan ibadah haji yang semakin kuat. Setiap tantangan yang kita temui, mulai dari tahap persiapan, operasional di Arab Saudi, hingga proses pemulangan jemaah, harus kita jadikan pelajaran untuk menghadirkan layanan yang semakin profesional, cepat, adaptif, dan humanis,” ujar Teguh saat membuka Rakernas di Jakarta, Sabtu (4/7/2026).

Teguh menambahkan, kompleksitas pelayanan publik dalam ibadah haji melibatkan banyak pemangku kepentingan. 

Karena itu, evaluasi komprehensif sangat krusial agar regulasi yang dilahirkan nantinya benar-benar menjawab kebutuhan riil jemaah di lapangan.

Tiga Sasaran Utama dan Cakupan Evaluasi

Untuk memastikan hasil yang optimal, Rakernas kali ini difokuskan pada tiga sasaran utama.

Pertama, identifikasi masalah. Memetakan kendala teknis maupun nonteknis mulai dari operasional di Arab Saudi hingga fase pemulangan.

Kedua, pengukuran capaian. Target kinerja pada bidang akomodasi, transportasi, konsumsi, kesehatan, bimbingan ibadah, serta performa layanan digital.

Ketiga, rekomendasi strategis dengan menyusun draf perbaikan menyeluruh untuk musim haji masa depan.

Ruang lingkup pembahasan dalam forum ini mencakup seluruh rantai pelayanan haji. Mulai dari tata kelola kuota, pelunasan biaya (BPIH), bimbingan manasik, rekrutmen petugas, istitha'ah kesehatan, hingga implementasi aplikasi Nusuk. 

Evaluasi juga menyasar kesiapan embarkasi/debarkasi, layanan puncak haji, performa syarikah, penguatan regulasi lintas kementerian, serta akselerasi transformasi digital melalui Siskohat, Siskohatkes, dan aplikasi Kawal Haji.

Diikuti 967 Peserta dan Diperkuat Kegiatan Retret

Agenda krusial ini diikuti oleh 967 peserta yang berkumpul di Asrama Haji Kelas I dan Lapangan Galaxy Makodam Jaya, Halim, Jakarta. 

Para peserta merupakan ujung tombak pelayanan yang terdiri dari unsur Kemenhaj pusat, kantor wilayah (kanwil) provinsi, kantor kabupaten/kota, hingga pengelola asrama haji dari seluruh Indonesia.

Selama jalannya Rakernas, peserta terlibat aktif dalam paparan kebijakan, diskusi kelompok (FGD), dan bedah rekomendasi. Forum ini juga menghadirkan para pemateri otoritatif, seperti Menhaj, Wamenhaj, Ketua Komisi VIII DPR RI, Anggota V BPK RI, jajaran Direktur Jenderal dan Inspektur Jenderal Kemenhaj, Ombudsman RI, serta Staf Teknis Haji KJRI Jeddah.

Menariknya, Rakernas tahun ini tidak hanya berkutat pada evaluasi teoritis. Para peserta juga dibekali kegiatan retret khusus yang didampingi oleh instruktur dari TNI dan Polri guna memperkuat aspek kepemimpinan, soliditas, disiplin, dan kolaborasi antarpetugas di lapangan.

“Transformasi penyelenggaraan ibadah haji tidak cukup dilakukan melalui perubahan sistem semata. Yang lebih penting adalah membangun budaya kerja yang kolaboratif, responsif, dan berorientasi pada kepentingan jemaah. Dari Rakernas inilah kami ingin melahirkan rekomendasi yang implementatif sehingga pelayanan haji Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun,” pungkas Teguh.

Melalui rakernas ini, Kemenhaj optimistis dapat melahirkan rekomendasi strategis yang mampu memperkuat tata kelola haji nasional, sekaligus menjadi pijakan konkret demi menghadirkan pelayanan yang aman, nyaman, dan profesional bagi seluruh jemaah Indonesia.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: