Sanksi Striker AS Ditangguhkan usai Trump Telepon FIFA

Oleh: Kiswondari
Senin, 06 Juli 2026 | 17:28 WIB
Penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun. (Foto/instagram balogun).
Penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun. (Foto/instagram balogun).

BeritaNasional.com - Sanksi terhadap striker tim nasional (timnas) Amerika Serikat (AS) Folarin Bolagun ditangguhkan usai Presiden AS Donald Trump menghubungi FIFA dan meminta meninjau kembali putusan tersebut. Dengan demikian, Bolagun dibolehkan bermain di babak 16 besar Piala Dunia 2026 melawan Belgia.

Melansir Russia Today (RT) pada Senin (6/7/2026), FIFA akhirnya menangguhkan larangan satu pertandingan yang dijatuhkan kepada striker AS itu, sehingga ia diizinkan bermain di babak 16 besar melawan Belgia usai Trump meminta FIFA untuk meninjau kembali kasus tersebut.

Sebelumnya, Balogun diusir keluar lapangan pada menit ke-64 dalam kemenangan 2-0 tim AS atas Bosnia dan Herzegovina di babak 32 besar pada Rabu (1/7/2026). Berdasarkan peraturan Piala Dunia, kartu merah tersebut secara otomatis berakibat skorsing satu pertandingan, yang akan membuat penyerang keturunan Nigeria-Amerika itu absen dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Seattle hari ini.

Pada Minggu (5/7/2026) waktu setempat, FIFA mengumumkan bahwa penerapan skorsing otomatis telah ditangguhkan untuk masa percobaan selama satu tahun berdasarkan Pasal 27 kode disiplinnya. Dengan keputusan ini, Balogun yang telah mencetak tiga gol di turnamen tersebut, akan tampil di pertandingan selanjutnya.

Menurut laporan New York Times berdasarkan keterangan sejumlah sumber, Trump telah menelepon Presiden FIFA Gianni Infantino pada Rabu lalu dan memintanya untuk meninjau kembali skorsing Balogun. Bahkan, Gedung Putih belum secara terbuka mengonfirmasi panggilan tersebut, tetapi merujuk pada unggahan perayaan Trump di Truth Social.

“Terima kasih kepada FIFA karena telah melakukan hal yang benar, dan membalikkan ketidakadilan besar!” tulis Trump pada hari Minggu.

Hal itu memicu kemarahan di Belgia, yang federasi sepak bolanya mengaku "terkejut" dengan keputusan FIFA dan sedang mempertimbangkan "semua opsi potensial" menjelang pertandingan. Pelatih Belgia, Rudi Garcia, menyampaikan ejekannya atas pembatalan skorsing tersebut sebagai lelucon April Mop yang buruk.

“Kami tidak membela tim nasional atau federasi, kami membela sepak bola,” kata Garcia.

Penangguhan keputusan FIFA ini menjadi sangat tidak biasa, meskipun bukan tanpa preseden baru-baru ini. FIFA sebelumnya pernah melakukan langkah yang agak mirip sebelum turnamen ketika mengizinkan Cristiano Ronaldo bermain untuk Portugal, meskipun mendapat hukuman kartu merah dari pertandingan kualifikasi melawan Irlandia. Ronaldo dijatuhi hukuman larangan bermain tiga pertandingan, tetapi dua pertandingan ditangguhkan, sehingga Ronaldo bisa tampil di Piala Dunia.

Jauh sebelum peristiwa itu, intervensi Piala Dunia yang sebanding terakhir terjadi pada 1962, ketika legenda Brasil Garrincha diizinkan bermain di final setelah diusir keluar lapangan di semifinal atau delapan tahun sebelum FIFA memperkenalkan sistem kartu merah modern di Piala Dunia 1970.

Keputusan mengejutkan FIFA ini muncul di tengah pengawasan ketat terhadap kedekatan Infantino dengan Trump. Pasalnya, FIFA sebelumnya menciptakan dan menganugerahkan Hadiah Perdamaian kepada Trump usai kampanye publiknya yang tidak berhasil untuk memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian.

Sumber: Russia Todaysinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: