Folarin Balogun Cetak Gol lalu Kartu Merah, Samai Rekor Zidane dan Ronaldinho di Piala Dunia 2026

Oleh: Harits Tryan
Kamis, 02 Juli 2026 | 15:15 WIB
Penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun. (Foto/instagram balogun).
Penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun. (Foto/instagram balogun).

BeritaNasional.com - Penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, mengalami malam yang kontras saat membawa timnya melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026. Setelah mencetak gol pembuka, Balogun justru diusir wasit dengan kartu merah dalam kemenangan 2-0 atas Bosnia dan Herzegovina pada babak 32 besar.

Balogun membuka keunggulan Amerika Serikat sebelum akhirnya menerima kartu merah langsung pada menit ke-64. Wasit mengubah keputusannya setelah meninjau tayangan VAR dan menilai tekel Balogun terhadap bek Bosnia, Tarik Muharemović, sebagai pelanggaran serius. Meski harus bermain dengan 10 pemain hingga laga usai, Amerika Serikat tetap mampu mengamankan kemenangan berkat gol kedua yang dicetak Malik Tillman.

Kartu merah tersebut membuat Balogun dipastikan absen pada pertandingan babak 16 besar melawan Belgia karena harus menjalani sanksi larangan bermain satu pertandingan.

Di balik insiden tersebut, Balogun tetap menorehkan catatan langka dalam sejarah Piala Dunia. Penyerang berusia 25 tahun itu menjadi pemain keempat yang berhasil mencetak gol sekaligus menerima kartu merah dalam pertandingan fase gugur Piala Dunia FIFA.

Sebelumnya, catatan serupa hanya pernah ditorehkan oleh Zinedine Zidane saat final Piala Dunia 2006 bersama Prancis, Ronaldinho ketika Brasil menghadapi Inggris pada perempat final Piala Dunia 2002, serta Garrincha yang mengalami nasib serupa pada semifinal Piala Dunia 1962 bersama Brasil.

Balogun juga menjadi pemain pertama dalam 20 tahun terakhir yang mencatatkan rekor tersebut di fase gugur Piala Dunia, sejak insiden legendaris Zidane pada final 2006. Meski malamnya berakhir dengan kartu merah, kontribusi gol Balogun tetap menjadi salah satu kunci keberhasilan Amerika Serikat melangkah ke babak 16 besar turnamen.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: