Coba Selundupkan Sabu di Dalam Perut, 2 Kurir Ditangkap di Soetta

Oleh: Bachtiarudin Alam
Kamis, 02 Juli 2026 | 15:58 WIB
Selundupkan sabu di dalam perut (Beritanasional/Bachtiar)
Selundupkan sabu di dalam perut (Beritanasional/Bachtiar)

BeritaNasional.com - Direktorat Tindak Pidana (Dittipid) Narkoba Bareskrim Polri berhasil mengungkap peredaran narkotika dengan modus tidak biasa memasukan sabu ke dalam perut kurir melalui anus.
 Total disita 500 gram sabu dibagi delapan kapsul plastik bening ditemukan dalam perut dua kurir Musa dan Muhammad Guntur yang ditangkap di Terminal Kedatangan 2E Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Minggu (28/6/2026).

“Target diketahui bernama Musa akan membawa paket berisi narkoba jenis sabu sebanyak ± 500 Gram dari Kota Pekanbaru-Riau menuju Kab. Sumbawa-NTB melalui jalur udara yang disimpan didalam perut dan dimasukkan melalui anus,” kata Dirnarkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso dalam keterangannya, Kamis (2/7/2026).

Berdasarkan informasi soal pergerakan Musa, penyidik mulai bergerak dan menangkap Muhammad Guntur. Keduanya, pun tertangkap saat melakukan penerbangan dari Pekanbaru dengan transit di Bandara Soekarno-Hatta.

Setelah ditangkap, keduanya pun mengaku membawa sabu yang telah dimasukkan ke dalam tubuh. Selanjutnya, Musa dan Muhammad Guntur dibawa ke Rumah Sakit EMC Tangerang untuk pemeriksaan X-ray dan pengeluaran barang bukti dari tubuhnya.

“Dari hasil pemeriksaan dan interogasi awal, para tersangka mengaku bahwa benar sedang membawa narkoba jenis sabu yang telah dimasukkan di dalam tubuhnya melalui lubang anus masing-masing sebanyak 250 Gram,” ujarnya.

Berbekal informasi dari keduanya, penyidik pun bergerak ke Sumbawa Barat untuk menangkap tersangka lain berinisial Isnaini alias PP Bara diduga berperan sebagai penerima sekaligus pengedar sabu di wilayah Sumbawa.

Tercatat, dari barang bukti 500 gram sabu yang disita ditaksir mencapai Rp 900 juta. Dari pengungkapan ini, sekitar 2.500 jiwa disebut berhasil diselamatkan dari potensi penyalahgunaan narkoba.

“Bahwa modus pengiriman narkotika tersebut menjadi modus baru sehingga perlu antisipasi dari pihak keamanan bandara (avsec) yang mana bandaranya tidak memiliki X-ray Transmisi (Body Scanner),” tegasnya.sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: