Kapan Harga Emas Naik? Begini Penjelasannya

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Kamis, 09 Juli 2026 | 05:00 WIB
Pedagang perhiasan emas di Jakarta. (BeritaNasional/Oke Atmaja)
Pedagang perhiasan emas di Jakarta. (BeritaNasional/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com -  Kenaikan harga emas tidak ditentukan oleh waktu. Perubahan harga logam mulia tersebut bisa terjadi kapan saja. Karena kedinamisan itulah maka tidak ada waktu tertentu yang menjamin harga emas akan selalu naik. Namun, secara umum harga emas cenderung meningkat ketika terjadi ketidakpastian ekonomi, inflasi tinggi, pelemahan nilai tukar dolar AS, atau meningkatnya permintaan pasar.

Pada  2025 harga emas dunia sempat mencetak rekor tertinggi akibat meningkatnya ketegangan geopolitik dan perang dagang. Kondisi ini membuat banyak investor mengalihkan dananya ke emas sebagai aset safe haven. Hal ini kemudian berdampak pada permintaan meningkat yang akhirnya harga ikut terdorong naik.

Sebaliknya, ketika kondisi ekonomi membaik dan investor kembali memilih aset berisiko seperti saham, harga emas dapat bergerak lebih stabil atau bahkan mengalami penurunan.

Pergerakan harga emas memang sering kali fluktuatif sehingga membuat banyak orang bertanya-tanya kapan harganya naik.

Berikut penjelasan singkatnya dilansir dari laman Pegadaian.
 

Penyebab Harga Emas Naik

1. Ketidakpastian Ekonomi Global

Ketika perekonomian dunia mengalami perlambatan, resesi, atau krisis keuangan, investor cenderung memindahkan dananya ke emas karena dianggap lebih aman dibandingkan instrumen investasi lainnya.
Inilah alasan mengapa harga emas sering meningkat saat kondisi ekonomi tidak menentu.

2. Pelemahan Nilai Tukar Dolar AS

Harga emas memiliki hubungan yang berlawanan dengan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS).
Saat dolar AS melemah, harga emas biasanya menjadi lebih murah bagi investor di berbagai negara sehingga permintaan meningkat dan harga emas ikut naik.

3. Inflasi yang Tinggi

Inflasi menyebabkan nilai uang menurun sehingga daya beli masyarakat berkurang.
Dalam kondisi tersebut, banyak investor memilih emas sebagai aset pelindung nilai (hedging) karena nilainya cenderung bertahan dalam jangka panjang.

4. Penurunan Suku Bunga

Ketika bank sentral menurunkan suku bunga, imbal hasil instrumen keuangan seperti deposito atau obligasi menjadi lebih rendah.
Akibatnya, investor mulai melirik emas sebagai alternatif investasi sehingga permintaannya meningkat.

5. Permintaan Emas Meningkat

Selain digunakan sebagai instrumen investasi, emas juga banyak dimanfaatkan dalam industri perhiasan, elektronik, hingga cadangan devisa bank sentral.
Jika permintaan meningkat sementara pasokan terbatas, harga emas biasanya ikut naik.

6. Pasokan Emas Berkurang

Produksi emas yang menurun atau gangguan pada aktivitas pertambangan dapat menyebabkan pasokan emas menjadi lebih sedikit.
Ketika permintaan tetap tinggi, kondisi tersebut berpotensi mendorong kenaikan harga emas.

Kenaikan harga emas semacam menjadi pertanda dari ketidakstabilan dan antisipasi pasar global. Oleh karena itu, kepemilikan emas penting sebagai bentuk perlindungan.sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: