4 Tim Basket IBL Resmi Copot Pelatih, Siapa Saja?
BeritaNasional.com - Pergelaran IBL 2026 baru saja usai. Memasuki masa offseason, gelombang evaluasi besar-besaran langsung memakan korban dengan tumbangnya para juru taktik.
Dikutip dari laman resmi IBL pada Jumat (10/7/2026), tercatat sudah ada empat tim yang resmi mendepak pelatih kepala demi merombak total kekuatan musim depan.
Berikut adalah daftar tim yang resmi melepas pelatih kepala mereka setelah IBL 2026:
1. Rajawali Medan – Efri Meldi
Efri Meldi menjadi pelatih pertama yang harus angkat kaki musim ini. Datang dengan misi besar membawa Rajawali Medan menembus babak Playoffs, langkah awal Coach Meldi sebenarnya sangat meyakinkan dengan menyapu bersih tiga laga pembuka. Namun, badai cedera pemain seketika meruntuhkan strategi dan konsistensi tim.
Meski berhasil memperbaiki catatan klub dari musim lalu (menjadi rekor 6-14 dan finis di peringkat ke-9 dari 11 tim), manajemen merasa target utama mereka belum terpenuhi. Manajemen Rajawali Medan akhirnya resmi mengumumkan perpisahan dengan Efri Meldi pada 18 Mei lalu.
2. Hangtuah Jakarta – Wahyu Widayat Jati
Kerja sama erat selama dua setengah musim antara Hangtuah Jakarta dan Wahyu Widayat Jati akhirnya resmi berakhir pada 11 Juni lalu.
Di bawah komando Coach Cacing—sapaan akrabnya—Hangtuah sebenarnya punya catatan manis dengan konsisten menembus Playoffs pada musim 2025 dan 2026.
Sayangnya, langkah mereka selalu terhenti di putaran pertama akibat kendala yang sama: cedera pemain.
Manajemen Hangtuah menilai masalah ini melampaui urusan taktik lapangan dan mencakup manajemen pemilihan pemain serta tim medis. Langkah perpisahan ini diambil sebagai bagian dari perombakan total untuk musim depan.
3. Satria Muda Pertamina Bandung – Djordje Jovicic
Kegagalan menembus babak final untuk ketiga kalinya dalam dua musim terakhir (2025 dan 2026) menjadi ujung perjalanan Djordje Jovicic bersama Satria Muda Pertamina Bandung. Kontrak pelatih asal Serbia tersebut dipastikan tidak diperpanjang per 1 Juli 2026.
Padahal, Satria Muda dibekali materi pemain mewah, termasuk tambahan amunisi dari eks Prawira, serta modal juara IBL All-Indonesian 2025.
Sempat finis di peringkat kedua musim reguler (15-5), laju Satria Muda terhambat cedera pemain asing hingga akhirnya didepak oleh Bogor Hornbills dengan skor telak 1-4 di Semifinal.
4. RANS Simba Bogor – Antonius Joko Endratmo
RANS Simba Bogor tampaknya melewati musim IBL GoPay 2026 dengan penuh frustrasi. Bayangkan saja, mereka tercatat melakukan bongkar pasang pelatih kepala hingga tiga kali dalam satu musim, mulai dari Brian Rowsom, Agus Pamungkas Batbual, hingga terakhir Antonius Joko Endratmo.
Respons cepat manajemen mengganti pelatih justru menjadi bumerang karena merusak ritme permainan.
Para pemain kesulitan beradaptasi dengan tiga filosofi taktik yang berbeda dalam waktu singkat. Tidak puas dengan performa akhir tim, manajemen RANS resmi mendepak Coach Joko beserta seluruh asisten pelatih pada 5 Juli lalu demi membangun ulang fondasi tim dari nol.
HUKUM | 1 hari yang lalu
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
HUKUM | 20 jam yang lalu
POLITIK | 21 jam yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 21 jam yang lalu







