Fisik Messi Tetap Prima di Usia 39 Tahun, Scaloni: Angka-angkanya Tidak Berubah

Oleh: Tarmizi Hamdi
Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:30 WIB
Lionel Messi dalam Pertandingan Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026. (Foto/FIFA)
Lionel Messi dalam Pertandingan Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026. (Foto/FIFA)

BeritaNasional.com - Manajer Timnas Argentina Lionel Scaloni menepis kekhawatiran publik terkait beban kerja yang dipikul Lionel Messi.

Menjelang laga krusial babak perempat final Piala Dunia melawan Swiss pada Minggu (12/7/2026), Scaloni menegaskan sang kapten yang kini menginjak usia 39 tahun itu masih berada dalam kondisi fisik yang prima.

Menurut Scaloni, data pelacakan internal timnas Argentina menunjukkan performa dan daya jelajah La Pulga di atas lapangan sama sekali tidak mengalami penurunan jika dibandingkan dengan turnamen-turnamen terdahulu.

"Dia tidak berlari lebih banyak atau lebih sedikit dari sebelumnya. Angka-angkanya tidak berubah," ujar Scaloni dalam konferensi pers menjelang pertandingan yang digelar di Kansas City Stadium yang dikutip dari FIFA pada Sabtu (11/7/2026).

Scaloni juga menambahkan lingkungan tim sangat membantu menjaga kebugaran sang megabintang. 

"Tim sangat mendukungnya. Secara fisik, dia dipersiapkan dengan sangat baik oleh pelatih kebugarannya dan itu membuahkan hasil. Dia memberikan segalanya," paparnya.

Hingga babak perempat final ini, Messi telah mengemas delapan gol dan memimpin daftar top skor sementara Piala Dunia.

Ia bersaing ketat dalam perebutan Sepatu Emas bersama kapten Prancis, Kylian Mbappe, yang tercatat telah memainkan satu pertandingan lebih banyak.

Bagi Scaloni, ketajaman dan insting mencetak gol peraih delapan gelar Ballon d'Or tersebut seolah enggan luntur dimakan usia. Ia pun mendukung Messi untuk terus mematahkan keraguan publik.

"Orang-orang yang tidak mengenalnya mungkin akan terkejut. Di usia 39 tahun, sebagian orang berpikir dia tidak mampu lagi menghadapi tantangan, tetapi selama dia ingin terus bermain, dia akan terus melakukannya," kata Scaloni.

Pelatih berusia 48 tahun itu bahkan menyebut performa latihan Messi masih luar biasa. 

"Siapa pun yang menyaksikan latihannya tidak dapat membayangkan bagaimana penampilannya saat berusia 23 tahun di bawah asuhan Pep Guardiola di Barcelona. Itulah mengapa, jika Anda bertanya kepada rekan-rekan setimnya, mereka akan mengatakan hal yang sama. Dia yang terbaik, dan dia akan tetap menjadi yang terbaik selama dia ingin bermain," katanya.

Meski Messi sempat gagal mengeksekusi dua hadiah penalti sepanjang turnamen ini, Scaloni menegaskan posisinya sebagai algojo utama tim tidak akan digeser. Messi tetap diberikan hak istimewa dan kebebasan penuh di atas lapangan.

"Saya bahkan tidak pernah terpikir untuk memintanya berubah. Dia yang memutuskan apa yang ingin dia lakukan," tegasnya.

Kebebasan ini terbukti ampuh saat Argentina menumbangkan Mesir di babak 16 besar. Sempat tertinggal dua gol, Messi memutuskan bergeser ke sisi sayap kanan guna membongkar pertahanan lawan.

Strategi itu berbuah manis lewat satu assist-nya untuk sundulan Cristian Romero sebelum akhirnya ia sendiri yang mencetak gol penyeimbang.

"Jika dia bergerak [ke kanan] dan rekan setimnya masuk ke dalam, itu keputusannya," jelas Scaloni. 

"Tim beradaptasi di sekitarnya. Para pemain mengerti ketika dia terlibat dalam membangun serangan dan bergerak ke area tersebut. Dia memutuskan apa pun yang ingin dia lakukan," tambahnya

Di sisi lain, Scaloni tidak menampik bahwa momentum ini terasa sangat sentimental bagi skuad Albiceleste. 

Menyadari bahwa ajang ini kemungkinan besar menjadi panggung besar terakhir bagi sang legenda, seluruh anggota tim memiliki motivasi berlipat gawang untuk mempertahankan gelar juara.

"Kami tahu ini akan menjadi Piala Dunia terakhirnya, dan itu membuat semuanya menjadi lebih emosional," tandasnya.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: