Messi Ungkap Perasaan usai Gagal Penalti: Saya Merasa Mengecewakan Tim

Oleh: Harits Tryan
Kamis, 09 Juli 2026 | 08:00 WIB
Pertandingan Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026. (Foto/FIFA)
Pertandingan Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026. (Foto/FIFA)

BeritaNasional.com - Kapten Argentina, Lionel Messi, menjadi pahlawan kemenangan dramatis timnya setelah membawa Albiceleste bangkit mengalahkan Mesir 3-2 pada babak 16 besar Piala Dunia 2026, Selasa (7/7/2026). Kemenangan tersebut memastikan Argentina melaju ke perempat final sekaligus menjaga asa mempertahankan gelar juara dunia.

Messi sempat mengalami malam yang sulit setelah gagal mengeksekusi penalti pada awal pertandingan. Kegagalan itu membuat Argentina kehilangan peluang menyamakan kedudukan menjadi 1-1 di babak pertama. Situasi semakin berat setelah Mesir memperbesar keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke-67.

Namun, Argentina berhasil bangkit. Cristian Romero memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 sebelum Messi mencetak gol penyeimbang pada menit ke-83. Gol tersebut menjadi gol kedelapan Messi di Piala Dunia 2026 dan membuatnya kembali memimpin daftar pencetak gol terbanyak turnamen.

Momentum kebangkitan Argentina akhirnya disempurnakan lewat sundulan Enzo Fernández pada masa injury time yang memastikan kemenangan 3-2.

Usai mencetak gol penyeimbang, Messi berlari ke arah bendera sudut lapangan, melompat sambil mengepalkan tangan dan menunjuk ke arah suporter Argentina yang memadati Stadion Mercedes-Benz.

"Sejujurnya, itu adalah momen pelepasan, pelepasan bagi kita semua," kata Messi dilansir dari ESPN, Kamis (8/7/2026).

Ia mengakui sempat dihantui rasa bersalah akibat gagal mengeksekusi penalti.

"Saya merasakan kemarahan yang hebat karena penalti yang saya sia-siakan, dan karena cara saya mengeksekusinya. Saya merasa pada momen penting itu, saya telah mengecewakan tim."

Meski demikian, Messi bersyukur masih mendapat kesempatan menebus kesalahannya.

"Namun untungnya, Tuhan kembali menyiapkan sesuatu yang istimewa untukku pada akhirnya, dan aku berhasil mencetak gol peny equalizer."

"Itu adalah kelegaan yang luar biasa, dan kegembiraan yang sangat besar bagi kami, dan bagi para penggemar yang datang lagi dan membuktikan setiap hari apa artinya menjadi orang Argentina, dan betapa besar kebanggaan yang mereka berikan kepada kami."

Setelah peluit panjang berbunyi, Messi tak kuasa menahan air mata. Rekan-rekan setimnya langsung menghampiri sang kapten, mengangkatnya ke udara, lalu merayakan kemenangan bersama di tengah lapangan. Momen tersebut diyakini menjadi salah satu pertandingan paling emosional bagi Messi yang diperkirakan menjalani Piala Dunia terakhir dalam kariernya.

Striker Argentina, Lautaro Martínez, menyebut Messi sebagai sosok pemimpin sekaligus inspirasi bagi seluruh pemain.

"(Kepemimpinan Messi) tercermin di lapangan. Semua yang dia tunjukkan kepada kami setiap hari akan saya simpan untuk diri saya sendiri, tetapi dia luar biasa. Dia adalah pembimbing kami, inspirasi kami, pemimpin kami," kata Lautaro.

Ia mengungkapkan sempat meminta Messi menikmati setiap momen yang tersisa di turnamen.

"Hari ini, melihat larinya seperti itu dan pada akhirnya melihatnya emosional, saya mengatakan kepadanya di lapangan untuk menikmatinya karena dia pantas mendapatkannya."

"Saya mengatakan kepadanya bahwa kami akan memberikan segalanya untuk diri kami sendiri, tetapi lebih dari itu untuknya karena ini adalah Piala Dunia terakhirnya dan dia telah memberikan banyak hal kepada kami."

Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, juga mengaku larut dalam emosi setelah timnya memastikan tiket ke perempat final.

"Saya sangat emosional, para pemain memanggil saya si cengeng. Saya bahkan meneteskan air mata di ruang ganti," kata Scaloni.

Sumber: ESPNsinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: