Besok Pemerintah Resmikan Blok Masela
BeritaNasional.com - Pemerintah akan meresmikan Lapangan Gas Abadi di Blok Masela Maluku, Kamis (15/7/2026). Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi bersyukur akhirnya Blok Masela segera beroperasi.
"Setelah bertahun tahun mangkrak alhamdulillah sekarang bisa beroperasi meskipun baru ground breaking ya," ujar Prasetyo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Prasetyo mengatakan hal ini sebagai prestasi bersama berkat doa seluruh masyarakat.
"Itu kan sebuah prestasi bersama-sama itu tidak bisa terlepas dari doa seluruh masyarakat Indonesia," ucapnya.
Sementara, Prasetyo belum dapat memastikan kepastian Presiden Prabowo Subianto yang akan meresmikan secara langsung blok tersebut.
"Nanti kita koordinasikan," katanya.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah mendorong percepatan pengembangan Lapangan Gas Abadi di Blok Masela Maluku.
Bahlil menyampaikan pertanyaan itu usai mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan dengan para pengusaha Jepang pada Indonesia–Japan Business Forum di Tokyo, Senin (30/3/2026).
Blok Masela merupakan Proyek Strategi Nasional (PSN) yang dikelola oleh perusahaan energi asal Jepang, Inpex Masela Ltd dan ditargetkan mulai berproduksi (onstream) pada 2029. Pemerintah telah menyepakati skema pengembangan proyek ini dengan nilai investasi mencapai USD 20,9 miliar.
Menurut Bahlil, Presiden Prabowo dalam pertemuan tersebut mengarahkan agar kedua negara mempercepat realisasi proyek yang telah lama tertunda.
“Atas arahan Bapak Presiden Prabowo, saya ditugaskan untuk melakukan dua hal kunjungan di Jepang. Pertama adalah memastikan percepatan tentang investasi di transisi energi, yang kedua adalah menyangkut impact Blok Masela,” terangnya.

OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu







