Mengenalkan Apple Swift Student Challenge ke Anak-anak Sekolah

BeritaNasional.com - Dalam rangka menyambut event tahunan Apple Swift Student Challenge 2025, Digimap yang tengah fokus kepada dunia pendidikan mengajak ribuan pelajar di seluruh Indonesia untuk menunjukkan kreativitas mereka dan mengembangkan keterampilan nyata menggunakan Swift, bahasa pemrograman yang juga digunakan oleh para profesional untuk menciptakan aplikasi terobosan.
Digimap bekerjasama dengan IOS Developer Indonesia dan Innovation Cellar membuat acara yang berlangsung hari ini jumat, 13 desember 2024 di @america pacific place dengan thema “Created Authentic Ideas and design with AR” dengan tujuan semakin banyak pelajar di Indonesia menyadari penggunaan Apple Augmented Reality (AR) dapat menciptakan pengalaman interaktif lingkungan dunia nyata disempurnakan dengan elemen visual dan suara.
Dalam acara ini, turut mengundang pembicara Stephen Giovani Saputra dari Apple Certified Trainer Innovation Cellar, Yuma Soerianto selaku distinguished winner swift student challenge, serta moderator Adityo Nugroho dari iOS Developer Indonesia.
"Lewat event ini, kami ingin mengajak seluruh pelajar Indonesia memahami bahwa Apple Augmented Reality (AR) bisa digunakan untuk menciptakan ide kreatif unlimited bahkan coding bisa dilakukan anak kecil," ujar Ari Soetjitro selaku Technical Solutions Manager Digimap.
"Kami juga ingin meng-counter berita pendidikan anak-anak Indonesia yang kurang bagus. Ada berita anak sekolah gak bisa baca. Padahal ada juga anak-anak sekolah Indonesia yang sangat berprestasi dan menang Apple Swift Student Challenge," ujar Ari.
Pemenang Apple Swift Student Challenge, lanjutnya, tahun ini anak Binus, tahun lalu anak Al Azhar dari Palembang, juga Yuma yang pernah menang juga. Mereka ini perlu diapresiasi.
Sementara itu, Legi Soegianto selaku Head of Enterprise and Education Digimap mengatakan, event ini merupakan salah satu bentuk komitmen untuk terus mendukung para pelajar di seluruh Indonesia menciptakan ide-ide kreasi yang luar biasa. "Kami sangat bersemangat mendukung potensi para pelajar ini."
"Kami mendukung anak-anak ikut Apple Swift Student Challenge. Lewat ini mereka bisa ikut serta menciptakan platform, pemograman sederhana, bikin coding, bikin app, sampai program itu bisa dipake orang banyak," kata Legi.
Legi menambahkan, anak-anak Indonesia harus mengenal teknologi, mesti update terus, jangan sampai ketinggalan. "Kami ingin agar semua anak-anak dari SD sampai kuliah punya kesempatan berkreasi."
Yuma menambahkan, ia tertarik ikut challenge Apple karena memang suka dengan perkembangan teknologi. Selain itu ia ingin mengunjungi Apple dan Amerika Serikat, termasuk Disneyland.
"Saya ingin membuat sesuatu yang bisa membantu orang lain, berguna bagi orang lain. Saya juga kagum dengan Steve Jobs, ia selalu membuat sesuatu yang sempurna. Ia benar-benar menginspirasi," kata Yuma.
Sementara itu, pendaftaran Swift Student Challenge sendiri dibuka di bulan Februari 2025.
9 bulan yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 15 jam yang lalu