Mana yang Lebih Cepat Bakar Kalori, Joging atau Jalan Cepat? Ini Jawab Ahli

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Rabu, 26 Februari 2025 | 09:00 WIB
Ilustrasi (BeritaNasional/Pixabay)
Ilustrasi (BeritaNasional/Pixabay)

BeritaNasional.com -  Menjaga berat badan berkorelasi dengan kondisi kesehatan. Berat badan ideal membuat kita semakin mudah melakukan berbagai aktifitas. 

Sedangkan pada kondisi kelebihan berat badan dan obesitas dapat berpotensi menimbulkan masalah kesehatan yang serius.

Salah satu olahraga mudah dan sederhana yang banyak dilakukan yaitu jalan cepat dan joging. Jalan cepat dan joging lebih umum dilakukan karena tidak memerlukan biaya finansial dan mudah diakses.

Pragnya Ravichandran, fisioterapis di Cloudnine Chennai, India, menjelaskan bahwa jalan cepat berbeda dengan joging dalam hal biomekanik dan pengeluaran energi. 


Jalan cepat hanyalah tindakan berjalan dengan energik dan cepat, berusaha menempuh kecepatan minimal 3-4 mil per jam. Untuk gambaran yang lebih baik, jalan cepat bukanlah jalan santai atau jalan lambat.

Sementara joging merupakan salah satu bentuk olahraga yang melibatkan lari dengan kecepatan lambat dan berirama. Jogging melibatkan kecepatan yang lebih rendah dari berlari tetapi lebih tinggi dari berjalan.


“Jalan cepat adalah aktivitas fisik dengan intensitas sedang dan berdampak rendah karena salah satu kaki selalu menyentuh tanah. Ketika salah satu tumit terangkat dari tanah, jari-jari kaki lainnya sudah menempel di tanah. Oleh karena itu, ada distribusi beban yang merata dan dampak keseluruhannya rendah,” ujarnya.

Sementara joging melibatkan satu kaki di atas tanah sehingga distribusi beban lebih banyak pada kaki yang bersentuhan dengan tanah. 

“Oleh karena itu, jogging yang juga merupakan aktivitas fisik dengan intensitas sedang memiliki dampak yang lebih besar dibandingkan jalan cepat,” ungkap fisioterapis.


Mana yang lebih baik untuk menurunkan berat badan?

Menurut Ravichandran, jalan cepat dan joging merupakan bentuk aktivitas fisik aerobik dengan intensitas sedang, menawarkan manfaat kesehatan yang signifikan seperti kesehatan jantung, membangun kekebalan, meningkatkan kekuatan dan daya tahan otot, serta pencegahan gangguan gaya hidup. Di samping itu, keduanya juga membantu menurunkan berat badan.

Penurunan berat badan membutuhkan pembakaran kalori. Kedua aktivitas itu disebut memungkinkan seseorang membakar kalori dalam jumlah yang cukup.


“Karena sifatnya sebagai aktivitas fisik berdampak rendah, jalan cepat tidak akan membakar banyak kalori dibandingkan joging,” kata Ravichandran.

Jalan cepat dan joging meningkatkan detak jantung dan menggunakan sekitar 50-70% detak jantung maksimal. Jogging dapat meningkatkan detak jantung hingga sekitar 120bpm-140bpm tergantung pada kecepatan dan durasinya. Namun, jalan cepat dapat meningkatkan detak jantung hingga maksimal hanya 120bpm.

“Hal ini mengungkap alasan mengapa jogging membakar lebih banyak kalori jika dibandingkan dengan jalan cepat meskipun memiliki zona detak jantung yang sama"

Namun ia mengingatkan bahwa orang yang kelebihan berat badan dan obesitas akan mendapat tekanan lebih besar pada persendiannya sehingga joging dapat semakin memperburuk risiko cedera.

“Oleh karena itu, bagi orang-orang ini, jalan cepat mungkin merupakan pilihan yang lebih baik untuk menurunkan berat badan karena tidak memberikan tekanan pada persendian. Di sisi lain, individu yang bertubuh langsing dan ingin mengurangi lemak perut, dapat melakukan joging, namun mungkin perlu meningkatkan kecepatan dan durasinya,” pungkasnya.
 sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: