Tata Cara Salat Tarawih dan Keutamannya di Bulan Ramadan

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 27 Februari 2025 | 14:30 WIB
Ilustrasi salat. (Foto/freepik).
Ilustrasi salat. (Foto/freepik).

BeritaNasional.com - Menjelang bulan suci Ramadan, umat Islam di seluruh dunia bersiap menjalankan berbagai ibadah, salah satunya salat tarawih. 

Salat sunnah yang dilakukan setelah salat Isya ini memiliki keutamaan besar dan menjadi bagian dari tradisi umat Muslim selama bulan penuh berkah.

Hukum berjamaah salat Tarawih adalah sunnah kifâyah. Karenanya, salat tarawih juga bisa dilakukan sendiri. Meski melaksanakan salat tarawih dihukumi sunnah muakkad, tetapi shalat tarawih memiliki keutamaan yang amat besar mengingat amaliyah ini tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah saw selama hidupnya dan diteruskan oleh para sahabat dan umat Muslim setelah kepergiannya.

Niat Salat Tarawih

Salat tarawih bisa dilakukan sendiri maupun berjamaah di masjid. Berikut niat yang dibaca sebelum memulai salat sebagaimana dikutip dari NU Online

Niat Salat Tarawih Sendiri:

"Ushollii sunnatat-taroowiihi rak‘ataini lillaahi ta‘aalaa."

(Saya niat salat sunnah tarawih dua rakaat karena Allah Ta'ala.)

Niat Salat Tarawih Berjamaah sebagai Makmum:

"Ushollii sunnatat-taroowiihi rak‘ataini ma'muuman lillaahi ta‘aalaa."

(Saya niat salat sunnah tarawih dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta'ala.)

Niat Salat Tarawih Berjamaah sebagai Imam:

"Ushollii sunnatat-taroowiihi rak‘ataini imaaman lillaahi ta‘aalaa."

(Saya niat salat sunnah tarawih dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta'ala.)

Salat tarawih umumnya dilakukan dengan 8 atau 20 rakaat, ditutup dengan salat witir 3 rakaat.

Rakaat pertama:

1. Takbiratul Ihram dan memasang niat di dalam hati pada saat ini. 

2. Membaca surat Al-Fatihah   

3. Membaca satu surat pendek atau satu ayat yang dapat dipahami.

4. Rukuk dengan thuma’ninah (tenang sejenak selama pembacaan 1 kali tasbih) 

5. Membaca tasbih rukuk 1 kali 

6. Itidal dengan thuma’ninah (selama pembacaan 1 kali tasbih)

7. Membaca doa itidal

8. Sujud pertama dengan thuma'ninah (selama pembacaan 1 kali tasbih)

9. Membaca tasbih sujud 1 kali

10. Duduk di antara dua sujud dengan thuma'ninah (selama pembacaan 1 kali tasbih).

11. Membaca doa duduk di antara dua sujud

12. Sujud kedua dengan thuma'ninah (selama pembacaan 1 kali tasbih)

13. Membaca tasbih sujud 1 kali

14. Duduk istirahat sejanak (selama pembacaan 1 kali tasbih atau subhanallah) sebelum bangun

15. Bangun untuk melanjutkan rakaat kedua

Rakaat kedua 

Lakukan hal yang sama seperti pada rakaat pertama—dari poin 2 sampai 13. Kemudian duduk tasyahud (tawarruk atau duduk di atas pantat kiri dengan memasukkan kaki kiri ke kanan).  

Selanjutnya, membaca tasyahud atau kalimat syahadat. Lalu, membaca shalawat Nabi, membaca salam pertama sambil menoleh ke kanan dan membaca salam kedua sambil menoleh ke kiri.  Setelah dua rakaat selesai, ulangi sesuai panduan sampai 20 rakaat. sinpo

Editor: Harits Tryan Akhmad
Komentar: