Lemak Perut Pengaruhi Kesehatan Otak

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Jumat, 28 Februari 2025 | 15:30 WIB
Ilustrasi lemak perut (BeritaNasional/Pixabay)
Ilustrasi lemak perut (BeritaNasional/Pixabay)

BeritaNasional.com -  Lemak kerap dinilai sebagai salah satu bagian tubuh yang dinilai negatif, buruk dan jadi biang berbagai penyakit. Banyak orang berusaha keras untuk bisa menghilangkan si lemak dari tubuh. Mulai dari olahraga, mengontrol asupan makanan hingga mengambil tindakan medis seperti sedot lemak. Salah satu lemak yang palin sering ingin dihilangkan adalah lemak perut.

Dikutip dari Medical Daily, Kamis (27/2/2025) para peneliti dari Universitas Toho Jepang mengungkap lemak perut bisa bermanfaat bagi kesehatan otak. Namun kondisi ini sangat tergantung pada usia seseorang.

Para peneliti menganalisis tikus pada usia 5, 10, dan 18 bulan yang setara dengan usia dewasa muda, paruh baya, dan usia tua manusia. 

Dengan membandingkan kelompok usia ini, para peneliti bertujuan untuk memahami bagaimana perubahan fungsi lemak visceral dari waktu ke waktu dapat memengaruhi kesehatan kognitif dan protein yang berhubungan dengan otak.

Mereka melakukan studi pada tikus untuk memeriksa dampak lemak visceral pada kesehatan otak di berbagai tahap penuaan.

Pada penelitian itu ia menemukan lemak yang mengelilingi organ dalam menghasilkan CX3CL1, protein yang memainkan peran penting dalam menjaga faktor neurotropik yang berasal dari otak (BDNF). 

BDNF merupakan protein penting untuk mendukung kesehatan otak. Lemak perut mengatur kelangsungan hidup, pertumbuhan, dan pemeliharaan neuron, memastikan komunikasi yang tepat antara sel-sel otak.

Sayangnya seiring bertambahnya usia, kemampuan lemak perut untuk memproduksi CX3CL1 menurun karena berkurangnya kadar enzim pengatur hormon (11β-HSD1). Hal ini menurunkan kadar BDNF di otak, yang berkontribusi terhadap penurunan kognitif.

Para peneliti menyimpulkan meskipun lemak perut dapat mendukung kesehatan otak di awal kehidupan, efek perlindungan ini berkurang seiring bertambahnya usia.

Hal ini menunjukkan bahwa CX3CL1 sangat penting untuk mempertahankan kemampuan otak dalam mendukung pertumbuhan dan fungsi neuron di segala usia.

Temuan ini semakin menyoroti keterkaitan sistem tubuh kita. Bahkan perubahan kecil pada lemak perut dapat berdampak langsung pada kesehatan otak. (Antara)sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: