Menlu Jamin Bantuan Indonesia ke Myanmar Tidak Ada Hambatan

Oleh: Ahda Bayhaqi
Kamis, 03 April 2025 | 16:00 WIB
Menlu Sugiono (Beritanasional/Ahda)
Menlu Sugiono (Beritanasional/Ahda)

BeritaNasional.com - Pemerintah Indonesia mengirimkan bantuan untuk korban gempa Myanmar. Menteri Luar Negeri Sugiono menjamin tidak ada hambatan untuk mengirimkan bantuan tersebut. Ia yakin pemberian bantuan akan berjalan lancar 

Pernyataan itu disampaikan merespons serangan militer Myanmar terhadap konvoi Palang Merah Cina yang membawa bantuan kemanusiaan ke Myanmar pada Selasa (1/4/2025) malam.

Sugiono mengaku sudah berkoordinasi dengan seluruh Menlu ASEAN. Sebagai sesama negara ASEAN, tidak hambatan untuk memberi bantuan kemanusiaan ke Myanmar.

"Kita berkoordinasi dengan sangat baik dengan seluruh Menteri Luar Negeri ASEAN. Jadi, hambatan komunikasi tidak, karena kita sama-sama ASEAN dan kita menyampaikan bahwa mereka membutuhkan pertolongan dan bantuan," ujar Sugiono dalam keterangannya, Kamis (3/4/2025).

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengatakan, bantuan kemanusiaan yang dikirim pemerintah akan tetap bisa masuk meski pemerintah Myanmar menutup akses bantuan luar negeri secara menyeluruh mulai Jumat (5/4/2025) besok.

"Benar bahwa Myanmar akan menutup bantuan dari luar negeri secara maksimal besok, Jumat. Sampai sekarang kita berangkat, sore ini sudah sampai di sana. Namun, untuk bantuan logistik, karena membutuhkan waktu untuk proses pengiriman dan penempatan di pesawat, baru tiba besok, tetapi pemerintah Myanmar telah mengizinkannya," jelas Suharyanto.

Pengiriman bantuan Indonesia melalui Halim Perdanakusuma-Banda Aceh-Naypyidaw, Myanmar telah mendapat izin dari pemerintah Myanmar.

Pemerintah Indonesia mengirimkan bantuan untuk korban gempa bumi Myanmar. Sugiono mengatakan, sampai hari ini situasi keamanan dan politik di Myanmar belum kondusif.

"Pada pagi hari ini, kita akan melepaskan bantuan kemanusiaan ke Myanmar, karena pada tanggal 28 Maret yang lalu, Myanmar ditimpa bencana gempa bumi. Sampai hari ini karena situasi keamanan dan politik Myanmar yang juga belum kondusif," kata politikus Gerindra ini.

"Sampai hari ini, jumlah korban dan jumlah kerusakan itu masih terus berkembangan. Berdasarkan catatan yang kami miliki, sampai hari ini ada 2.886 korban jiwa, 4.639 luka-luka, sementara masih ada kurang lebih 300 orang yang dinyatakan hilang," sambungnya.

Pemerintah Indonesia telah berkoordinasi melalui Kemenko PMK untuk menyiapkan bantuan kemanusiaan ke Myanmar. Rapat darurat antar seluruh Menlu di ASEAN telah dilakukan untuk memberikan bantuan kemanusiaan.

"Kemudian setelah tanggal 28 Maret kemarin kami berkoordinasi dengan Kemenko PMK untuk menyiapkan bantuan kemanusiaan kepada Myanmar. Di saat yang bersamaan juga ada rapat darurat, rapat antara seluruh Menteri Luar Negeri di ASEAN untuk mengkoordinasikan Langkah-langkah pemberian bantuan kemanusiaan untuk Myanmar yang sifatnya tanggap darurat," kata Sugiono.sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: