Petinggi Hamas Gugur dalam Serangan Udara oleh Israel di Lebanon

Oleh: Tim Redaksi
Sabtu, 05 April 2025 | 09:33 WIB
Ilustrasi serangan udara Israel. (Foto/IDF).
Ilustrasi serangan udara Israel. (Foto/IDF).

BeritaNasional.com - Israel menewaskan seorang komandan kelompok militan Palestina Hamas dalam serangan udara di Lebanon selatan pada Jumat, semakin menguji gencatan senjata yang telah menghentikan perang tahun lalu antara Israel dan kelompok militan Lebanon, Hizbullah.

Mengutip Reuters, Sabtu (5/4/2025), Militer Israel menyatakan bahwa militan yang menjadi target, Hassan Farhat, bertanggung jawab atas serangan roket ke kota Safed tahun lalu yang menewaskan dan melukai beberapa tentara Israel. Israel berjanji akan bertindak terhadap pejuang Hamas “di mana pun mereka berada”.

Sumber keamanan mengatakan Farhat tewas bersama anak laki-laki dan perempuannya dalam serangan tersebut di kota Sidon, Lebanon selatan. Sayap bersenjata Hamas, Brigade al-Qassam, mengatakan bahwa Farhat dibunuh di apartemennya di Sidon, dan memuji “kontribusinya yang diberkahi” dalam konfrontasi dengan Israel selama bertahun-tahun.

Kelompok Hizbullah yang didukung Iran mengutuk serangan itu dalam sebuah pernyataan, menyatakan bahwa “penargetan Sidon adalah bukti niat musuh untuk memperluas cakupan agresinya dan menargetkan seluruh wilayah Lebanon”.

Hamas dan Hizbullah merupakan sekutu, dan Hizbullah melancarkan kampanye serangan lintas perbatasan terhadap Israel pada tahun 2023 sebagai bentuk solidaritas terhadap Hamas. Israel membalas dengan kampanye besar-besaran melalui udara dan darat di Lebanon yang menewaskan banyak pemimpin Hizbullah.

Kantor Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam menyebut serangan Israel pada Jumat itu sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap gencatan senjata yang didukung Amerika Serikat.

Gencatan senjata yang disepakati pada November lalu semakin rapuh dalam beberapa pekan terakhir, dengan Israel melancarkan serangan ke wilayah selatan Beirut yang dikuasai Hizbullah sebanyak dua kali, dan roket-roket juga ditembakkan dari Lebanon ke arah Israel dalam dua kesempatan.

Hizbullah juga menuduh para pendukung gencatan senjata, yang dipimpin AS, mengabaikan serangan Israel. AS sendiri mendukung Israel setelah serangan di wilayah selatan Beirut, dengan menyatakan bahwa Israel sedang membela diri dan menyalahkan “teroris” atas dimulainya kembali pertempuran.

Hizbullah membantah terlibat dalam serangan roket baru-baru ini.sinpo

Editor: Harits Tryan Akhmad
Komentar: