Respons Cepat Prabowo Jadi Pelajaran bagi Pejabat Lain dalam Situasi Krisis

Oleh: Harits Tryan
Sabtu, 30 Agustus 2025 | 13:00 WIB
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga almarhum Affan Kurniawan (Biro Pres Istana)
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga almarhum Affan Kurniawan (Biro Pres Istana)

BeritaNasional.com - Analis komunikasi politik Hendri Satrio (Hensa) mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang langsung memberikan pernyataan dan menemui keluarga pengemudi ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan yang meninggal dilindas Rantis Brimob. Langkah Prabowo merespon demonstrasi perlu menjadi contoh para pejabat.

Hendri menilai aksi massa yang terjadi belakangan akumulasi berbagai permasalah yang terjadi. Demonstrasi besar terjadi karena komunikasi publik pemerintah terkait kebijakan strategis yang gagal dipahami masyarakat luas.

"Publik membutuhkan komunikasi yang jernih, empatik, dan mudah dimengerti dari pemerintah. Ketika narasi yang dibangun sulit dicerna, bahkan terkesan memojokkan rakyat, maka yang muncul adalah kebingungan dan kecurigaan," ujar Hendri dalam keterangannya, Sabtu (30/8/2025).

Kegagalan komunikasi secara langsung menggerus kepercayaan publik. Aksi unjuk rasa menjadi pilihan terakhir masyarakat ketika suara mereka tidak didengar.

"Akibatnya, trust atau kepercayaan kepada pemerintah pun terlihat jelas menurun. Ini adalah sinyal bahaya, karena kepercayaan adalah fondasi utama dalam hubungan antara negara dan warganya," ujar Hendri.

Namun, langkah Prabowo patut diapresiasi karena menunjukkan komunikasi publik yang baik. Langkah Prabowo harus diikuti oleh seluruh pejabat. Karena masyarakat merasa pemerintah hadir dan mendengarkan apa yang menjadi masalah.

"Pak Prabowo sendiri sudah mencontohkan dengan melayat langsung, itu bisa dicontoh oleh para menteri dan kepala lembaga lainnya untuk meredam aksi publik untuk memberikan pernyataan bahwa pemerintah itu hadir, jangan tiba-tiba tidak ada pas dicari rakyat," ujar Hendri.

Di tengah situasi yang memanas, Hendri mengingatkan masyarakat agar tetap waspada dan tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang berupaya mengambil keuntungan dari suasana duka dan amarah ini.

"Masyarakat pasti marah, tapi masyarakat pun jangan sampai diadu domba oleh pihak-pihak yang ingin menunggangi aksi masyarakat ini," ujarnya.

Lebih lanjut, Hendri menekankan bahwa para pemangku jabatan harus segera menyadari posisi fundamental mereka sebagai pelayan rakyat. Ia menegaskan bahwa rakyat adalah pemilik sah kedaulatan di negeri ini.

"Pemerintah harusnya menyadari jika kami, masyarakat, adalah pemilik sah negeri ini, Indonesia," ungkapnya.

Oleh karena itu, ia mendesak pemerintah untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh, terutama dalam cara mereka berkomunikasi dan mendengarkan aspirasi publik.

Baginya, ini adalah satu-satunya cara untuk mencegah terulangnya kembali tragedi yang merenggut nyawa dalam aksi penyampaian pendapat.

"Sehingga, pemerintah pun harusnya bersikap mendengarkan suara-suara rakyat agar tak terjadi lagi aksi-aksi yang menyebabkan hilangnya sebuah nyawa," pungkasnya.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: