Komisi X DPR Minta Pemerintah Angkat Kearifan Lokal dalam Ajang MotoGP

Oleh: Ahda Bayhaqi
Sabtu, 04 Oktober 2025 | 13:13 WIB
Sirkuit Mandalika di Nusa Tenggara Barat. (BeritaNasional/Pertamina)
Sirkuit Mandalika di Nusa Tenggara Barat. (BeritaNasional/Pertamina)

BeritaNasional.com - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani meminta pemerintah dan masyarakat mengangkat kearifan lokal dan budaya Mandalika agar memperkuat daya tarik pariwisata Indonesia dalam rangka meramaikan ajang MotoGP.

Ia menilai Mandalika tidak hanya ikon sport tourism yang mendunia melalui MotoGP. Namun, juga warisan budaya hidup yang menyimpan makna sporty dan kearifan lokal.

“Saya selalu percaya, setiap jengkal tanah Lombok memiliki cerita. Di Mandalika, terutama di Tikungan 8, kita menemukan sesuatu yang lebih dari sekadar lintasan balap. Di sana ada mitos, doa, dan restu alam yang menjadikan Mandalika berbeda dari sirkuit mana pun di dunia," ujar Lalu, Sabtu (4/10/2025).

Tikungan 8 Sirkuit Mandalika dikenal para pembalap sebagai the balance point, titik keseimbangan antara kecepatan dan kendali.

Namun, bagi masyarakat Lombok, titik tersebut diyakini sebagai gerbang restu Sang Putri Mandalika. Kisah-kisah mistis kerap muncul, mulai dari turunnya hujan tiba-tiba hingga angin laut yang berputar tanpa sebab ilmiah, yang diyakini sebagai tanda kehadiran sang putri.

"Fenomena-fenomena semacam ini bukan untuk diperdebatkan kebenarannya, tetapi untuk dirayakan sebagai bagian dari identitas budaya kita. Inilah daya tarik spiritual dan kultural yang membuat wisatawan dunia penasaran dan terhubung secara emosional dengan Lombok," kata Lalu.

Menurut politikus PKB ini, kisah mistis di balik tikungan 8 bukan hanya cerita rakyat. Tapi modal diplomasi budaya yang dapat memperkuat citra Indonesia.

Lalu menilai, melalui narasi lokal tersebut wisawatan mancanegara akan memperoleh pengalaman kultural yang unik dan otentik.

"Ketika dunia datang menonton MotoGP, biarkan mereka juga mendengar kisah Putri Mandalika, mencium wangi kenanga di udara, dan merasakan aura spiritual di antara laut dan bukit. Inilah cultural experience yang tidak dimiliki destinasi lain," ujarnya.

Menariknya, angka 8 kini juga dimaknai masyarakat setempat sebagai simbol keseimbangan dan keberlanjutan, yang bertepatan dengan hadirnya Presiden ke-8 Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang diyakini membawa semangat harmoni antara pembangunan, alam, dan budaya.

Lalu menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat lokal dalam menjaga dan menyebarkan narasi budaya Mandalika. Ia mendorong agar kisah-kisah seperti legenda tikungan 8 dapat diangkat melalui berbagai media, mulai dari konten kreatif, film, literasi wisata, hingga promosi internasional.

"Komisi X DPR RI akan terus mendorong penguatan sektor budaya dalam pembangunan pariwisata nasional, termasuk pengembangan narasi lokal sebagai identitas daerah," jelasnya.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: