Di KTT Belem, Indonesia Tegaskan Komitmen Iklim dan Konservasi Hutan Tropis

Oleh: Tim Redaksi
Jumat, 07 November 2025 | 14:07 WIB
Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk Iklim dan Energi Hashim S. Djojohadikusumo yang mewakili Presiden Prabowo Subianto di KTT Iklim Belem. (Foto/Istimewa)
Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk Iklim dan Energi Hashim S. Djojohadikusumo yang mewakili Presiden Prabowo Subianto di KTT Iklim Belem. (Foto/Istimewa)

BeritaNasional.com - Indonesia menegaskan kembali komitmen kuatnya terhadap aksi iklim global dan menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif ambisius yang diluncurkan oleh Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva, yaitu Tropical Forests Forever Facility (TFFF).

Dukungan penting ini disampaikan oleh Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk Iklim dan Energi Hashim S. Djojohadikusumo yang mewakili Presiden Prabowo Subianto di sela-sela KTT Iklim Belem (Belem Climate Summit) dan Forum Pemimpin peluncuran TFFF di Belem, Brasil.

Sambut Mekanisme Pembiayaan Konservasi Hutan

Dalam pidatonya di hadapan para pemimpin dunia, Indonesia memuji kepemimpinan Presiden Lula da Silva dalam mendorong mekanisme pembiayaan inovatif untuk konservasi hutan tropis.

Indonesia, sebagai negara dengan hutan tropis terluas ketiga di dunia, menyambut TFFF sebagai skema pembiayaan berkelanjutan yang dapat memberi insentif langsung bagi upaya konservasi, terutama yang berbasis masyarakat dan dipimpin oleh komunitas adat.

Utusan Khusus Presiden RI, Hashim S. Djojohadikusumo, menyampaikan pentingnya inisiatif ini.

“Inisiatif ini merupakan langkah penting untuk memperkuat kolaborasi global lintas pemangku kepentingan dalam menjaga hutan tropis – paru-paru bumi – yang sangat vital bagi pencapaian target suhu 1,5°C dan tujuan bersama di bawah Perjanjian Paris,” ungkapnya melalui siaran persnya yang diterima di Jakarta pada Jumat (7/11/2025).

Sebagai bentuk solidaritas, Presiden Prabowo Subianto juga menyatakan komitmen Indonesia untuk menyamai kontribusi Brasil terhadap TFFF.

Usai sesi tersebut, Presiden Lula da Silva secara pribadi menyampaikan apresiasi mendalam kepada Utusan Khusus Presiden Indonesia, bahkan menitipkan pesan persahabatan kepada Presiden Prabowo Subianto. Indonesia juga mendorong negara maju dan mitra global untuk berpartisipasi aktif mendukung TFFF, tidak hanya melalui pendanaan, tetapi juga dengan transfer teknologi dan berbagi pengetahuan.

Perkuat Aksi Iklim dan Transisi Energi Bersih

Dalam pernyataannya di Belem Climate Summit, Utusan Khusus Presiden RI menegaskan bahwa Indonesia datang dengan pesan yang jelas:

“Indonesia tetap berkomitmen memperkuat aksi iklim nasional, dan siap bekerja sama dengan semua negara untuk mewujudkan aksi iklim yang nyata, inklusif, dan ambisius.”

Komitmen ini selaras dengan target yang telah ditetapkan Presiden Prabowo Subianto di Sidang Umum PBB, yaitu mencapai net-zero emission paling lambat tahun 2060 atau lebih cepat, sekaligus menargetkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan hingga 8%.

Pilar utama komitmen iklim Indonesia termuat dalam Second Nationally Determined Contribution (SNDC) yang menargetkan pengurangan emisi signifikan. Salah satu program andalannya adalah Forestry and Other Land Uses (FoLU) Net Sink 2030, yang menargetkan pengurangan bersih $92-118$ juta ton $CO_2$ pada tahun 2030.

Selain itu, pemerintah juga terus mempercepat transisi energi bersih melalui pengembangan energi terbarukan, biofuel, serta teknologi rendah karbon, didukung dengan penetapan Peraturan Presiden tentang Waste-to-Energy dan Nilai Ekonomi Karbon sebagai instrumen dekarbonisasi nasional.

Kemajuan Konservasi dan Pengakuan Hutan Adat

Indonesia mencatat kemajuan dalam pengendalian deforestasi, dengan tingkat deforestasi tahunan rata-rata turun 75% sejak 2019, merupakan yang terendah dalam dua dekade terakhir. Indonesia juga menjaga sekitar 17% cadangan karbon biru dunia (setara $3,4$ gigaton $CO_2$).

Di sisi keadilan iklim, Presiden Prabowo telah mengumumkan komitmen nasional untuk mengakui dan mengalokasikan 1,4 juta hektare hutan adat kepada masyarakat adat dan lokal dalam empat tahun ke depan.

“Indonesia siap memimpin, bekerja sama, dan berkontribusi untuk membangun dunia yang tangguh terhadap perubahan iklim, dunia di mana tidak ada satu pun yang tertinggal,” tandas Hashim.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: