Profil Arif Satria, Peraih Anugerah Kekayaan Intelektual Luar Biasa yang Jadi Kepala BRIN
BeritaNasional.com - Presiden Prabowo Subianto baru saja melantik Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) University Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si. sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Negara, Jakarta pada Senin (10/11/2025) kemarin. Arif Satria ternyata bukan akademisi sembarangan, selain aktif di beberapa organisasi, ia juga pernah meraih Anugerah Kekayaan Intelektual Luar Biasa dari Menteri Pendidikan Tinggi (Mendikti) pada 2009 silam.
Seperti apa sosok dan sepak terjang Arif Satria, berikut adalah profil lengkap Arif Satria, yang dikutip BeritaNasional dari berbagai sumber, Selasa (11/11/2025).
Profil dan Keluarga Arif Satria
Arif Satria lahir di Pekalongan, Jawa Tengah pada 17 September 1971. Ia merupakan anak kedua dari tiga bersaudara dari pasangan Faruk Hasan dan Sri Utami. Arif Satria menikah dengan Retna Widayawati, dari pernikahan ini ia dikaruniai dua anak, yakni seorang putra bernama Zafran Akhmadery Arif dan seorang putri bernama Sweetyandari Nidya Areefa.
Pendidikan Arif Satria
Arif menempuh pendidikan dasar hingga menengah di kota kelahirannya, ia lulus dari SD Islam 2 Pekalongan (1984), SMP Islam Pekalongan (1987), dan SMA Muhammadiyah Pekalongan (1990). Setelahnya, ia memilih kuliah di IPB melalui jalur Undangan Seleksi Masuk IPB (USMI) tahun 1990. Arif menyelesaikan pendidikan sarjana di Program Studi Penyuluhan Pertanian, Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian IPB pada 1995.
Pada 1999, Arif Satria berhasil mendapat gelar magister dari Program Sosiologi Pedesaan IPB, dan gelar doktor diperolehnya dari Kagoshima University, Jepang, dalam bidang Marine Policy pada 2006. Arif pun pernah menjalani program visiting student di Fisheries Center, University of British Columbia, Kanada.
Perjalanan Karier Arif Satria
Arif Satria memulai karier akademiknya pada 1997 sebagai dosen di Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan, Fakultas Perikanan IPB. Kemudian Arif diamanahkan sebagai Dekan Fakultas Ekologi Manusia (Fema), dan menyandang Dekan termuda di IPB (2010-2017). Pada 2019, ia dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap di Fakultas Ekologi Manusia IPB dalam bidang Ekologi Politik.
Pengabdiannya sebagai pemimpin lembaga dimulai pada 2017, yang saat ia dipercaya menjadi Rektor IPB University untuk periode 2017–2022, dan kembali diberi amanah untuk melanjutkan kepemimpinan pada periode 2023–2028.
Arif Satria dikenal sebagai sosok pemimpin yang terus mendorong transformasi pendidikan tinggi menuju kemajuan bangsa. Terbukti selama dua periode kepemimpinannya, IPB University telah mengalami transformasi signifikan melalui inisiatif Global South Leadership in Innopreneurship. Strategi ini telah membawa IPB menjadi salah satu institusi pendidikan tinggi terkemuka di dunia dalam bidang pertanian dan bio sains tropika.
Selain itu, Arif Satria berhasil mempercantik reputasi IPB di tingkat global, yang tercermin dalam QS World University Rankings by Subject untuk bidang Agriculture and Forestry, di mana IPB menempati peringkat 45 dunia, peringkat 8 Asia, dan peringkat 1 Asia Tenggara. Dalam The Impact Rankings, IPB juga berhasil masuk dalam 100 besar dunia, menunjukkan komitmen dan kontribusi nyata terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Di luar dunia akademik, Arif juga pernah menduduki jabatan sebagai Tim Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan (2001-2002). Ia juga pernah menjadi Wakil Ketua Panitia Seleksi (Ponsel) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPk) pada 2024, ia pun pernah menjabat sebagai Komisaris Utama Perkebunan Nusantara atau PTPN Holding (2018-2022).
Organisasi Arif Satria
Arif Satria juga sangat aktif di sejumlah organisasi dan dipercaya menempati jabatan di organisasi bergengsi. Seperti Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI) (2010-2015), Ketua Dewan Pakar PISPI (2015-2020), Ketua PPI Kagoshima Jepang (2004), Ketua Dewan Redaksi Majalah Inovasi PPI Jepang (2004-2005), Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Bogor, Ketua Forum Rektor Indonesia (2020).
Arif pernah menjadi Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) Orwilsus Bogor. Serta menjadi Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI).
Bahkan, pada Muktamar ICMI yang berlangsung di Bandung pada 4-6 Desember 2021, Arif Satria terpilih menjadi Ketua Umum ICMI untuk periode 2021-2026.
Penghargaan Arif Satria
Dalam bidang akademik, Arif telah banyak menorehkan sejumlah prestasi. Seperti penghargaan Dosen Berprestasi III IPB dan mendapatkan penghargaan dari Rektor IPB (2007), The First Winner of the JIFRS Yamamoto Prize on Yamamoto Award for the Best Paper at the International Institute for Fisheries Economics and Trade (IIFET) Conference (2008).
Kemudian, Anugerah Kekayaan Intelektual Luar Biasa di bidang Politik, Sosial, Sosiologi dan/atau Antropologi dari Menteri Pendidikan Nasional RI (Mendiknas) tahun 2009, Satyalancana 10 Tahun pada 2013, dan Penghargaan sebagai Akademisi yang telah Mendukung Pengembangan SDM Perikanan dan Penyuluhan Perikanan (2013) dari Menteri Kelautan dan Perikanan RI.
Demikian informasi mengenai profil lengkap Arif Satria, semoga informasi ini bermanfaat. 
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 23 jam yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 22 jam yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu







