Masyarakat Adat Demo di COP30 Brazil, Bentrok dengan Petugas Keamanan PBB

Oleh: Tim Redaksi
Rabu, 12 November 2025 | 19:46 WIB
Masyarakat adat demo di COP30 Brazil, bentrok dengan petugas keamanan PBB. (Foto/Instagram COP30 Brasil)
Masyarakat adat demo di COP30 Brazil, bentrok dengan petugas keamanan PBB. (Foto/Instagram COP30 Brasil)

BeritaNasional.com - Puluhan pengunjuk rasa dari masyarakat adat bersenjatakan tongkat menerobos keamanan dan sempat menyerbu lokasi Konferensi Perubahan Iklim PBB ke-30 (COP30) di Belem, Brasil. Aksi unjuk rasa ini menyebabkan bentrokan dengan personel keamanan PBB.

Aksi ini terjadi pada Selasa (11/11/2025) malam ketika para delegasi internasional berusaha meninggalkan Parque da Cicade. Tuntutan utama para pengunjuk rasa ini terkait dengan hak atas tanah, keadilan ekonomi, dan penolakan terhadap ekspansi bahan bakar fosil.

Dalam aksinya, mereka membawa bendera dan poster bertuliskan slogan-slogan seperti "Tanah kami tidak untuk dijual" dan "Kami tidak bisa makan uang... Kami ingin tanah kami bebas dari agribisnis, eksplorasi minyak, penambang ilegal, dan penebang liar".

Kelompok tersebut juga meneriakkan tuntutan untuk "menagih pajak para miliarder" atas perang mereka dalam menciptakan "panas" yang memperburuk krisis iklim.

Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva juga menjadi sasaran yel-yel terkait eksplorasi minyak di muara Sungai Amazon.

"Pemerintah Lula, memalukan, kalian merusak iklim dengan pengeboran ini," seru pengunjuk rasa. 

Tim keamanan PBB akhirnya mengusir para pengunjuk rasa dari area tersebut, tetapi sebelumnya terjadi bentrokan kecil di dekat pintu masuk, yang segera dibarikade oleh petugas keamanan dengan meja-meja.

Pers lokal melaporkan bahwa setidaknya dua petugas keamanan terluka dalam bentrokan tersebut. Seorang petugas mengalami luka di dahi setelah dipukul drum atau stik drum, dan seorang lainnya dilaporkan terkena pukulan di kepala. Petugas keamanan menyita beberapa tongkat yang dibawa oleh para pengunjuk rasa.

Hanya sedikit wilayah yang merasakan dampak perubahan iklim terhadap kesehatan sebesar dampak yang terjadi di Amazon, tempat Belem berada. Pada 2024, wilayah tersebut dilanda kekeringan ekstrem, yang diperparah oleh beberapa kebakaran.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: