ABH Sudah Bisa Diajak Berkomunikasi, Motif Ledakan SMAN 72 Segera Terungkap

Oleh: Bachtiarudin Alam
Minggu, 16 November 2025 | 10:10 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Budi Hermanto. (Foto/Dok Humas Polda Metro)
Kabid Humas Polda Metro Jaya Budi Hermanto. (Foto/Dok Humas Polda Metro)

BeritaNasional.com - Polda Metro Jaya sampai saat ini masih berupaya mengungkap motif F, siswa yang telah ditetapkan sebagai anak berhadapa dengan hukum (ABH) atas tragedi ledakan di SMAN 72 Jakarta Utara (Jakut).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyebut motif kemungkinan bisa terungkap setelah penyidik berhasil meminta keterangan dari F yang kondisinya semakin baik.

“Iya, itu ABH yang di RS Polri. Hari ini sudah dipindahkan ke kamar (rawat inap dari ICU). Kemungkinan dalam waktu dekat kalau kondisinya sudah pulih akan dimintai keterangan,” ujar Budi saat dikonfirmasi pada Minggu (16/11/2025).

Karena itu, Budi menyampaikan, sembari menunggu F pulih, penyidik saat ini mendalami keterangan dari pihak keluarga untuk menjadi bahan kesimpulan akhir terkait motif.

“Masih pendalaman lagi kepada keluarga ABH. Kakak dan ayahnya,” tuturnya.

Sementara itu, saat ditanya terkait dugaan perundungan, Budi menyatakan isu itu masih menjadi pendalaman dan belum bisa dipastikan secara hukum. 

“Makanya, kan kalau dugaan bullying kan harus dapat keterangan dari dia (ABH). Kan dia belum dimintai keterangan,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, peristiwa ledakan itu terjadi pada Jumat (7/11/2025) saat khotbah salat Jumat. Diketahui, total 96 orang menjadi korban ledakan, termasuk pelaku yang telah ditetapkan anak berkonflik dengan hukum (ABH).

Perincian Korban Ledakan SMAN 72 Jakarta

Sementara itu, saat ini, data korban yang masih menjalani perawatan mencapai 20 korban yang tersebar di tiga rumah sakit. Perinciannya: 

- RS Islam Jakarta sebanyak 13 orang 

- RS Yarsi Jakarta sebanyak 6 orang

- RS Polri Kramatjati sebanyak 1 orang (anak berkonflik dengan hukum).

Para korban turut terdampak akibat ledakan di dua TKP, pertama di dalam Masjid memakai dua peledak mekanisme remote jarak jauh. 

Kemudian, dua ledakan dan dua bom tidak meledak di bank sampah, sementara sisa bom tidak meledak ditemukan di taman baca yang memakai mekanisme sumbu.

Diketahui, F selaku anak berkonflik dengan hukum dikenal sebagai pribadi tertutup dan jarang bergaul. Sampai akhirnya, ada dorongan melakukan tindakan ekstrem karena pengaruh dari media sosial.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: