Luka Masa Kecil Deni Apriadi Rahman atau Dea Lipa, Pria yang Dijuluki Sister Hong Lombok
BeritaNasional.com - Nama Dea Lipa atau Deni Apriadi Rahman menjadi topik hangat di jagat maya, usai kabar yang menyebutkan bahwa pria yang berprofesi sebagai Make Up Artist (MUA) di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) itu disebut sebagai "Sister Hong Lombok" lantaran menutupi identitasnya sebagai pria, mengenakan jilbab dan beribadah layaknya perempuan untuk melakukan pelecehan.
Sister Hong merupakan julukan dalam kasus pelecehan seksual yang menggemparkan China pada Juli 2025. Sister Hong yang sebenarnya adalah pria bermarga Jiao atau dikenal dengan nama online Sister Hong. Kasusnya viral lantaran pelaku menyamar menjadi wanita dan berhubungan seksual dengan lebih dari 1.000 pria dan direkam lalu disebarkan. Sister Hong China berusia 38 tahun itu ditangkap polisi di kota Nanjing, Provinsi Jiangsu, Tiongkok timur, pada 5 Juli 2025.
Dalam klarifikasinya, Deni tak terima dijuluki sebagai Sister Hong, karena dia tidak melakukan hal yang dilakukan Sister Hong. Deni pun menceritakan awal mula ketertarikannya berpakaian layaknya perempuan, ternyata dia tumbuh jauh dari pengasuhan kedua orang tuanya, ia juga penyitas disabilitas yang jadi korban perundungan semasa sekolah.
Melansir klarifikasi yang diunggah akun TikTok Uswayyara ada Minggu (16/11/2025), Deni mengaku sejak kecil tinggal dan dibesarkan oleh nenek dari pihak ibunya lantaran kedua orang tuanya bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri.
"Sejak kecil saya tinggal bersama nenek dari pihak ibu, karena kedua orang tua saya bekerja sebagai tenaga migran," kata Deni dalam konferensi pers, Sabtu (15/11/2025).
Deni juga mengaku mengalami gangguan pendengaran sejak lahir. Saat usianya menginjak 10 tahun, ia pernah mengalami kecelakaan yang kian memperburuk kondisi pendengarannya.
"Sejak kecil saya hidup dengan keterbatasan pendengaran, yang semakin memburuk setelah saya mengalami kecelakaan ketika berusia sekitar 10 tahun," ungkapnya.
Selain itu, Deni mengaku bahwa saat masih kecil, ia kerap menjadi sasaran perundungan atau bullying di sekolah. Tak sampai di situ, kondisi mental Deni semakin parah setelah neneknya meninggal dunia pada saat Deni duduk di bangku kelas 6 SD.
Di tengah keterbatasan, kondisi mental dan tanpa ada dukungan keluarganya saat itu, Deni pun hanya mampu menamatkan pendidikan hingga jenjang SD.
"Saya hanya menamatkan pendidikan sampai Sekolah Dasar karena pada masa itu saya mengalami perundungan dan tidak memiliki cukup dukungan untuk melanjutkan sekolah," aku Deni.
Namun, Deni tetap berjuang, dia kemudian memutuskan belajar bertahan hidup secara mandiri hingga akhirnya mempelajari keterampilan sebagai MUA secara otodidak lewat YouTube. Menurutnya, pekerjaan itu bukan hanya tempatnya menyambung hidup, tapi juga menjadi saluran untuk mengekspresikan diri.
"Melalui pekerjaan (MUA) inilah saya merasa bisa berdiri di atas kaki saya sendiri, memenuhi kebutuhan hidup, dan perlahan memperoleh rasa percaya diri," kata Deni sambil terisak.
Terkait foto dirinya yang tersebar mengenakan hijab, Deni mengakui bahwa dirinya memang pernah mengenakan hijab. Alasannya, bagi Deni, hijab melambangkan kecantikan, kelembutan dan kehormatan seorang perempuan yang ia dambakan.
"Saya menyadari bahwa saya memang pernah menggunakan jilbab. Bagi saya, jilbab itu simbol kecantikan, kelembutan, dan kehormatan," ungkapnya.
Deni pun menyesalkan banyaknya narasi yang beredar tentang dirinya tidak memiliki dasar. Ia pun membantah isu bahwa dirinya disebut penista agama lantaran sering salat dengan mengenakan mukena dan berdiri di shaf perempuan saat beribadah di masjid.
"Tidak benar, saya menghormati rumah ibadah, menghormati tata cara ibadah," tegas Deni.
Selain itu, dia juga dituding mengidap HIV karena sering bergonta-ganti pasangan. Ia membantah keras itu, bahkan ia melakukan tes dan hasilnya negatif.
Deni pun mengaku bahwa penggunaan jasa MUA-nya banyak yang dibatalkan akibat kasus ini.
Sebelumnya, identitas asli Deni terbongkar setelah akun Facebook @Diana_Arkayanti mengunggah foto pada Kamis (6/11/2025). Unggahan ini viral dan diduplikasi oleh banyak akun di berbagai platform media sosial.
"Dia seorang MUA dari Lombok Tengah, dia bantong (laki-laki) dan berhijab. Sudah banyak laki-laki tertipu karena tampilannya memang tidak seperti bantong kalau sekilas dilihat. Dia dipuja dan dipuji cantik, dia berhijab. Pemangku adat dan pemuka agama di kampungnya kenapa diam saja. Tolong ini seorang tukang rias pengantin dia jenis kelamin laki-laki tapi kesehariannya pakai hijab, tolong nih tolong banget," tulis Diana.
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu







