Hasil Visum Kacab BRI: Diduga Meninggal karena Lemas, Tersangka Terancam Pasal Pembunuhan

Oleh: Bachtiarudin Alam
Rabu, 19 November 2025 | 11:42 WIB
Rekonstruksi pembunuhan Kacab BRI Cempaka Putih, Polda Metro hadirkan 17 tersangka. (Foto/Humas PMJ)
Rekonstruksi pembunuhan Kacab BRI Cempaka Putih, Polda Metro hadirkan 17 tersangka. (Foto/Humas PMJ)

BeritaNasional.com - Ditreskrimum Polda Metro Jaya membuka hasil visum terhadap korban penculikan Kepala Cabang (Kacab) BRI Cempaka Putih, Mohamad Ilham Pradipta (37) yang meninggal akibat lemas setelah dianiaya para tersangka.

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Abdul Rahim menyebut visum tersebut sesuai dengan hasil rekonstruksi ketika korban dipindahkan dari Avanza ke Fortuner.

“Setelah dipindahkan, dibawa berputar-putar di situlah korban dianiaya. Berdasarkan hasil visum, bahwa korban meninggal karena lemas karena tertekan di bagian leher,” ucap Abdul dikutip Rabu (19/11/2025).

Abdul menyebut penyebab dari korban meninggal akibat lemas, kemungkinan faktor penganiayaan yang dilakukan Johanes Joko, Serka M Nasir (Tersangka dari Prajurit TNI) yang berada di mobil Fortuner.

“Berdasarkan hasil penyidikan kami bahwa yang menyebabkan korban meninggal dunia dilakukan oleh tsk inisial MN. Penganiayaan dilakukan tidak hanya oleh MN saja. Yang mengamankan korban di dalam mobil fortuner itu adalah dua orang YJP dan MN,” ujarnya.

Atas hal tersebut, Abdul membuka peluang menjerat tersangka dengan pasal pembunuhan maupun pembunuhan berencana. Karena tindakan dilakukan secara sadar yang berujung korban meninggal dunia

"Berdasarkan berkas yang sudah kami ajukan ke JPU, diteliti, ada petunjuk kepada kami untuk menambahkan pasal 338 dan mendalami 340," kata dia.

Sekedar informasi jika Ilham Pradipta telah tewas usai Aksi penculikan di parkiran Lotte Grosir Pasar Rebo. Kejadian itu menjadi viral setelah aksi penculikan terekam kamera CCTV pada 20 Agustus 2025.

Sampai esok harinya jasad Ilham ditemukan tewas di di Kampung Karangsambung, Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi. Dengan kondisi tragis tangan dan kaki terikat, mata dilakban.

Adapun motif penculikan para pelaku ingin mengambil uang dalam rekening dormant yang diperkirakan uang dalam rekening tersebut mencapai puluhan miliar. Akibat informasi tersebutlah, Ilham Pradipta selaku Kacab BRI Cempaka Putih turut menjadi target sasaran pelaku.

Sementara dari tersangka sipil total ada 15 orang yang terbagi beberapa kluster, diantaranya otak penculikan Dwi Hartono. Lalu klaster eksekusi penculikan dipimpin Erasmus bersama komplotannya. Lalu, tiga anggota TNI AD yang berperan sebagai penghubung antara otak dan eksekutor penculikan.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: