Menko Muhaimin Ingin Reformasi Tenaga Kerja dan UMKM Lewat Ekosistem Pemberdayaan
BeritaNasional.com - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar terus mendorong reformasi tenaga kerja serta Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk segera naik kelas. Salah satu upaya yang dilakukan, yaitu melalui ekosistem pemberdayaan manusia.
Hal ini diungkapkannya dalam Seminar Nasional INDEF, “Proyeksi Ekonomi Indonesia 2026: Menata Ulang Arah Ekonomi Berkeadilan,” di Menara Danareksa, Jakarta, Kamis (20/11/2025).
“Sudah saatnya kita melihat perekonomian Indonesia bukan lagi sebatas deret angka. Melainkan langsung dari sumber denyutnya, yakni kehidupan masyarakat,” ucap Muhaimin.
Cak Imin--sapaan akrab Muhaimin Iskandar--menyebut banyak para pekerja informal, termasuk UMKM yang diliputi kecemasan karena belum merasakan pertumbuhan ekonomi yang selama ini terus bertumbuh. Oleh karena itu, Menko Muhaimin menyatakan negara harus hadir melindungi para pekerja demi mewujudkan pemberdayaan masyarakat.
“Hanya dengan pemberdayaan kita dapat mengurai kemacetan struktural untuk memajukan kesejahteraan umum. Pemberdayaan bukanlah proyek sampingan negara juga bukan pekerjaan tambahan ketika anggaran longgar, apalagi bentuk lain dari CSR pemerintah,” kata Cak Imin.
Lebih jauh, Cak Imin menuturkan salah satu upaya Kemenko PM untuk mendorong UMKM naik kelas dan ekonomi kreatif tumbuh adalah dengan menginisasi program Pasar 1001 Malam yang akan memanfaatkan aset tidur milik pemerintah untuk dijadikan pusat UMKM dan Ekraf.
“Melalui program tersebut, kami akan membangun pusat-pusat bisnis UMKM dan ekonomi kreatif dengan memanfaatkan aset tidur pemerintah dan BUMN. Sekaligus sebagai laboratorium untuk membentuk ekosistem terpadu yang mempercepat UMKM dan ekonomi kreatif naik kelas,” jelas dia.
Selain program Pasar 1001 Malam, Cak Imin juga menginisiasi program SMK Go Global yang diharapkan kedepannya mampu mencetak generasi muda terampil terutama bagi lulusan SMA/SMK.
“Inilah mengapa reformasi sistem vokasi nasional menjadi agenda utama yang harus segera terwujud. Kita tidak hanya ingin mencetak lulusan. Kita ingin membentuk sistem yang mencetak talenta global,” jelas dia.
Saat ini tercatat sekitar 1,6 juta lulusan SMA/SMK masih belum memiliki pekerjaan dan tidak kuliah. Hal ini dikarenakan sistem pendidikan vokasi di Indonesia belum sepenuhnya membuka potensi generasi muda sehingga tidak terhubung dengan kebutuhan industri domestik maupun global.
Oleh karena itu, Menko Muhaimin menilai pentingnya reformasi sistem vokasi nasional menjadi agenda utama yang harus segera terwujud.
“Program SMK Go Global adalah bagian dari upaya itu. Kita membuka jalan agar lulusan kita tidak hanya siap bekerja di dalam negeri, tetapi juga menjadi bagian dari pasar global yang semakin kompetitif,” tukasnya.
EKBIS | 1 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







