Pemprov DKI Siapkan Wajah Baru Dukuh Atas, Ciliwung Akan Jadi Ruang Publik Modern
BeritaNasional.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan penataan kawasan transit oriented development (TOD) Dukuh Atas, Jakarta Pusat, akan dimulai pada Januari 2026.
Selain penataan, Pemprov DKI juga akan mengoptimalkan area di bawahnya, termasuk kawasan Sungai Ciliwung.
Pramono menjelaskan bahwa Sungai Ciliwung bakal dirancang menjadi ruang publik baru yang dapat dimanfaatkan warga untuk beraktivitas dan bersantai.
"Dalam waktu awal Januari kami akan memulai melakukan pembangunan untuk TOD di Dukuh Atas sekaligus Sungai Ciliwung yang di bawahnya akan kami optimalkan, kita manfaatkan, merupakan tempat mudah-mudahan hub baru bagi warga Jakarta untuk beraktivitas ataupun mereka bersantai di Sungai Ciliwung," kata Pramono, dikutip Sabtu (22/11/2025).
Menurut Pramono, kondisi sungai kini menjadi indikator penting dalam penilaian kualitas kota global.
Ia menilai peningkatan peringkat Jakarta dalam Indeks Kota Global menunjukkan adanya perbaikan tata kelola lingkungan.
"Sungai sekarang menjadi indikator penilaian dunia untuk menilai sebagai kota global apakah penanganan sungainya baik atau tidak," ujar Pramono.
"Maka, apa yang kami lakukan di Jakarta sekarang ini, sungai betul-betul akan kami lakukan normalisasi maupun perbaikan," tambahnya.
Lebih lanjut, Pramono juga memaparkan kelanjutan program normalisasi Sungai Ciliwung, termasuk pembangunan tanggul yang ditargetkan dimulai tahun depan.
Pembebasan lahan telah berlangsung dan diproyeksikan rampung sebelum konstruksi dimulai.
"Pembebasan lahan sudah dimulai dan mudah-mudahan awal tahun depan bisa bersama-sama. Pembebasan lahan dilakukan oleh Pemerintah DKI Jakarta, untuk pembuatan tanggulnya nanti oleh Kementerian PU," ucap Pramono.
Dua kelurahan menjadi prioritas pembebasan lahan, yakni Cililitan dan Pengadegan. Pemprov DKI menyiapkan anggaran Rp111 miliar untuk 37 bidang di Cililitan, dan Rp121 miliar untuk 54 bidang di Pengadegan.
Selain Ciliwung, normalisasi juga akan dilakukan pada sungai-sungai lain, termasuk Kali Krukut sepanjang 1,3 kilometer yang kerap menyebabkan banjir di kawasan Kemang.
"Kenapa ini kami lakukan? Kami tahu kalau tidak dilakukan, maka daerah Kemang, Kemang Village, Kem Chicks, dan sebagainya pasti akan banjir terus-menerus dan banjirnya sudah sangat mengganggu," tandasnya.
PERISTIWA | 21 jam yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







