Sebelum Dibacok, Preman di Cileungsi Sudah Jadi Target Polisi

Oleh: Bachtiarudin Alam
Minggu, 23 November 2025 | 12:47 WIB
Ilustrasi Kekerasan. (Foto/freepik)
Ilustrasi Kekerasan. (Foto/freepik)

BeritaNasional.com - Kasus pembacokan dilakukan pedagang pecel lele berinisial WH terhadap preman inisial US di Cileungsi, Kabupaten Bogor tengah menjadi sorotan. Setelah latar belakang, pembacokan dilakukan WH karena kesal dagangannya kerap diganggu US.

Kapolsek Cileungsi Kompol Edison pun menjelaskan duduk perkara kasus sebenarnya. Sebagai bentuk jawaban atas tindakan WH yang masuk dalam upaya mempertahankan diri dari gangguan yang kerap diberikan US.

“Jadi yang saya jelaskan itu adalah realitas sebenarnya. Jadi masyarakat mesti tahu, oh pecel lele melakukan tindakan karena ini. Jadi sebenarnya pecel lele itu mempertahankan diri dia gitu loh,” ucap Edison saat dihubungi, Minggu (23/11/2025).

Sejatinya, lanjut Edison, polisi sudah ingin menangkap US yang merupakan anggota organisasi masyarakat (ormas). Namun hal itu batal dilakukan, karena WH memutuskan untuk mencabut laporannya.

“Jadi dia itu sudah buat laporan, kemudian ketika kita ingin datangi si preman ini, tapi karena kasihan akhirnya dia (pecel lele) batalin (laporannya). Gak usah pak dia masih punya anak kecil, waduh. Kita gak bisa apa-apa dong,” ucap Edison.

Bahkan, Edison mengakui kalau US sudah sering kali mengganggu dagangan pecel lele pelaku. Puncaknya preman tersebut memutus tali tenda, kaca gerobak dipecahkan, hingga mengusir pembeli pecel lele, Rabu (19/11/2025) malam.

Alhasil dengan menggunakan kapak, WH dibantu keponakannya melancarkan serangan balik kepada US yang tengah di bawah pengaruh minuman keras (miras). Kemarahan WH sudah tidak terbendung, ketika ada dua teman US yang coba membantu ikut jadi sasaran pukul si tukang pecel lele.

Berdasarkan kronologi yang telah didapat ini, Edison menegaskan dirinya telah berkomunikasi langsung dengan WH untuk memastikan kasus bisa diselesaikan melalui mediasi, sembari menunggu US pulih.

“Saya sudah bilang ke (Pecel Ayamnya) dia sudah kamu tenang saja. Saya coba ketemu kalau dia sudah selesai ke RS (si preman) akan saya minta biar dia mau cabut laporan. Saya ketemu sudah Subuh tadi, kamu berdoa insyaallah saya coba bantu,” ujar Edison.

Terlebih, Edison mengungkap dari keterangan yang didapat petugas di lapangan kelakuan dari US yang kerap mengganggu wilayah sekitar semakin menjadi-jadi setelah dirinya masuk menjadi anggota ormas.

“Dia (si preman) sebelum masuk ormas dia baik-baik saja. Nah kemudian dia minum (miras) ada PT-PT apa mereka ngambil jatah gitu. Nah dia (pecel lele) mau diajak minum, tapi gak mau karena jualan,” ujarnya.

“Saya paling tidak suka dengan orang yang mengganggu dan minuman keras,” tambah Edison.

Sementara itu, Edison menyampaikan untuk saat ini WH dan keponakannya masih berada di Polsek Cileungsi. Hal ini guna menghindari kemungkinan terjadinya keributan susulan akibat tindakan penganiayaan yang dilakukan pelaku.

“Iya, kita khawatirkan. Takutnya ada unsur balas dendam, mungkin ada unsur gimana, jadi diamankan secara hukum kita sudah punya ketentuan hukum. Agar jangan ada aksi anarkis lain sembari kita membangun kepercayaan, ke pecel lele posisi dia benar mempertahankan. Tapi salahnya dia benar melakukan penganiayaan,” bebernya.

 sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: