Usai Viral di Medsos, Polisi Amankan Pelaku Pemalakan Pedagang Bakso di Jakpus

Oleh: Bachtiarudin Alam
Jumat, 10 April 2026 | 15:31 WIB
Polisi Amankan Pelaku Pemalakan Pedagang Bakso di Jakpus. (Foto/istimewa)
Polisi Amankan Pelaku Pemalakan Pedagang Bakso di Jakpus. (Foto/istimewa)

BeritaNasional.com - Aksi premanisme viral di wilayah Tanah Abang, Jakarta Pusat (Jakpus) setelah seorang penjual bakso malang gerobakan terpaksa harus menjadi korban pemalakan pada Jumat (10/4/2025).

Dikutip melalui akun Instagram @jabodetabek24info, terekam aksi preman itu turut merusak mangkok dari penjual bakso yang sempat menolak memberikan uang Rp100 ribu.

"Seorang pria diduga meminta uang Rp100 ribu untuk bulanan ke pedagang bakso Malang di wilayah Kampung Bali, Tanah Abang,” tulis keterangan dalam akun tersebut.

Tanpa ragu, mangkok tersebut dibanting hingga hancur, pecahannya berserakan di sekitar lokasi jualan. Di balik aksi itu, tersimpan ancaman serius yang memaksa untuk pedagang memberikan uang dengan dalih “Jatah Keamanan”.

“Tak terima lantaran pedagang tersebut meminta tenggang waktu, pria berbadan tegap tersebut menghancurkan mangkok-mangkok bakso yang dibawa pedagang tersebut," tulisnya kembali.

Atas kejadian ini, Kapolsek Metro Tanah Abang, AKBP Dhimas Prasetyo menyatakan pihaknya telah bergerak cepat meringkus para preman yang meresahkan pedagang di wilayah hukumnya.

"Berhasil membawa pelaku berjumlah 3 orang bernama TDT (26) waga Kampung Bali, DA (36) warga Kampung Bali dan OP (36) warga Kampung Bali," ujar Dhimas saat dihubungi, Kamis (10/4/2026).

Menurutnya, aksi pemalakan itu bukan sekadar intimidasi biasa. Pelaku datang bertiga, menekan korban agar menyerahkan uang Rp300 ribu, disertai ancaman kekerasan menggunakan senjata tajam.

"Di TKP dateng 3 (tiga) orang pelaku meminta uang jatah keamanan sebesar Rp 300.000 sambil mengancam akan menusuk apabila tidak diberikan," kata dia.

Setelah ditangkap, diketahui jika Ketiga pelaku diduga bukan pemain baru. Berdasarkan keterangan saksi, mereka kerap memalak pedagang lain, termasuk warung kopi di kawasan Jalan Fachrudin, Jakarta Pusat.

Hal itu diperkuat dengan barang bukti yang berhasil disita polisi dari ketiga pelaku, salah satunya senjata tajam (Sajam) yang digunakan untuk menebar ancaman.

"Membawa 3 orang pelaku ke Polsek untuk diambil keterangan. Menyita barang bukti sajam (senjata tajam)," tuturnya.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: