Soal Redenominasi Rupiah, BRIN Siap Susun Kajian Ekonomi sebagai Masukan untuk BI

Oleh: Tim Redaksi
Senin, 24 November 2025 | 20:15 WIB
Kepala BRIN Arif Satria (kiri) di Istana Kepresidenan Jakarta. (Foto/YouTube Setpres)
Kepala BRIN Arif Satria (kiri) di Istana Kepresidenan Jakarta. (Foto/YouTube Setpres)

BeritaNasional.com - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyatakan kesiapannya untuk menyusun kajian dan rekomendasi terkait rencana kebijakan redenominasi rupiah. Kajian ini akan menjadi masukan penting bagi Bank Indonesia (BI).

Hal ini disampaikan oleh Kepala BRIN Arif Satria usai mengikuti rapat terbatas (Ratas) bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (24/11/2025).

Menurut Arif, penyusunan kajian tersebut akan melibatkan peneliti-peneliti BRIN yang berfokus pada bidang ekonomi.

"Tentu, tidak hari ini kita memberikan masukan ya. Tapi, nanti tim peneliti kita dalam bidang ekonomi ya, kita akan segera panggil untuk bisa melakukan kajian dan rekomendasi yang selanjutnya bisa menjadi salah satu bahan bagi Bank Indonesia (BI)," kata Arif.

Redenominasi Tidak Dibahas dalam Ratas Perdana

Meskipun demikian, Arif Satria menegaskan bahwa isu redenominasi rupiah tidak menjadi topik pembahasan utama dalam rapat terbatas perdananya dengan Presiden Prabowo Subianto.

"Saya tidak membahas itu. Tadi dengan Pak Presiden tidak membahas soal itu," imbuhnya.

Arif menambahkan, ia sempat bertemu dengan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam agenda yang sama. 

Namun, ia mengaku tidak membahas isu pemotongan nol mata uang itu secara spesifik.

"Ya, memang kami tidak membahas secara spesifik soal isu tersebut. Namun, insyaallah hal yang tadi sudah saya sampaikan terkait dengan aspek redenominasi itu nanti akan kita kaji lagi," jelasnya.

Rapat terbatas perdana yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto bersama Kepala BRIN Arif Satria tersebut justru berfokus pada penguatan peran BRIN di daerah dan upaya memperkuat kolaborasi riset dan inovasi, termasuk dengan pihak Danantara.

Selain itu, pertemuan membahas beberapa arahan penting, seperti permintaan kepada BRIN untuk membentuk pusat penelitian perikanan tangkap, penguatan riset industri garmen, teknologi alutsista, hingga konsolidasi internal lembaga.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: