KWP Bersama DPR Gelar Diskusi Bahas RUU Pangan

Oleh: Elvis Sendouw
Rabu, 26 November 2025 | 18:37 WIB
Diskusi Forum Legislasi yang bertajuk"RUU Pangan: Arah Baru Regulasi untuk Kemandirian Pangan Indonesia". (BeritaNasional/Elvis Sendouw) Diskusi Forum Legislasi yang bertajuk"RUU Pangan: Arah Baru Regulasi untuk Kemandirian Pangan Indonesia". (BeritaNasional/Elvis Sendouw) Diskusi Forum Legislasi yang bertajuk"RUU Pangan: Arah Baru Regulasi untuk Kemandirian Pangan Indonesia". (BeritaNasional/Elvis Sendouw) Diskusi Forum Legislasi yang bertajuk"RUU Pangan: Arah Baru Regulasi untuk Kemandirian Pangan Indonesia". (BeritaNasional/Elvis Sendouw) Diskusi Forum Legislasi yang bertajuk"RUU Pangan: Arah Baru Regulasi untuk Kemandirian Pangan Indonesia". (BeritaNasional/Elvis Sendouw) Diskusi Forum Legislasi yang bertajuk"RUU Pangan: Arah Baru Regulasi untuk Kemandirian Pangan Indonesia". (BeritaNasional/Elvis Sendouw)
Diskusi Forum Legislasi yang bertajuk"RUU Pangan: Arah Baru Regulasi untuk Kemandirian Pangan Indonesia". (BeritaNasional/Elvis Sendouw)

BeritaNasional.com -  Wakil Ketua Komisi IV DPR Abdul Kharis Almasyhari (kiri), Direktur Utama Perum Bulog (Badan Urusan Logistik) Ahmad Rizal Ramdhani (tengah)dan Pengamat pertanian dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Eliza Mardian (kanan), berbicara dalam diskusi Forum Legislasi yang bertajuk"RUU Pangan: Arah Baru Regulasi untuk Kemandirian Pangan Indonesia", di Ruang Command Center, Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/11/2025). Dalam diskusi ini membahas soal target Presiden Prabowo dalam upaya mengembalikan kemandirian dan swasembada pangan demi terwujudnya Indonesia Emas 2045, dalam hal ini Bulohg mengklaim bahwa kondisi stok beras Bulog saat mencapai 3,8 juta ton tertinggi dalam sejarah. (BeritaNasional/Elvis Sendouw)sinpo

Editor: Elvis Sendouw
Komentar: