BMKG Ungkap Kenapa Siklon Tropis Senyar Akibatkan Bencana Dahsyat di Sumatera

Oleh: Kiswondari
Kamis, 27 November 2025 | 19:06 WIB
BMKG ungkap kenapa Siklon Tropis Senyar akibatkan bencana dahsyat di Sumatera. (Foto/BMKG)
BMKG ungkap kenapa Siklon Tropis Senyar akibatkan bencana dahsyat di Sumatera. (Foto/BMKG)

BeritaNasional.com - Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkap penyebab siklon tropis Senyar mengakibatkan bencana dahsyat di tiga provinsi di Sumatera yakni Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). BMKG pun menjelaskan awal mula munculnya siklon tropis Senyar, yang berasal dari Semenanjung Malaya sebelah barat.

"Jadi dalam beberapa hari ini memang terjadi bencana banjir dan tanah longsor. Jadi ini yang disebabkan oleh adanya siklon tropis Senyar yang tadinya tanggal 21 (November)dia itu berada di Semenanjung Malaya sebelah barat, itu masih Bibit Siklon Tropis 95B. Kemudian kita melihat, dan kemarin tanggal 26 dia lahir menjadi siklon tropis (Senyar)," kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto usai Rapat Penanggulangan Bencana Sumatera di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Kamis (27/11/2025). 

Guswanto pun menjelaskan kenapa siklon tropis Senyar ini memiliki dampak yang lebih dahsyat pada bencana yang melanda tiga provinsi di Sumatera. Alasannya, saat Senyar menginjak dataran Sumatera atau di wilayah Aceh, siklon tropis ini tidak langsung punah dan masih berputar dari Aceh Timur dan keluar dari Aceh Tamiang. 

"Kenapa dampaknya itu lebih dahsyat? Karena dia begitu menginjak daratan Sumatera, artinya di wilayah Aceh, itu tidak langsung punah. Dia masih berputar dari Aceh Timur, kemudian keluarnya ke Aceh Tamiang. Nah itulah yang membuat (dahsyat)," ungkapnya.

Namun, ia bersyukur karena siklon tropis Senyar ini sudah punah pada Kamis (27/11/2025) siang tadi, dan tidak lagi menjadi ancaman bencana di Tanah Air. 

"Syukur alhamdulillah hari ini dia sudah punah tadi siang. Artinya dia sudah kembali tidak menjadi ancaman," ujar Guswanto.

Akan tetapi, Guswanto menambahkan, BMKG masih melihat adanya Mesoscale Convective Complex (MCC) yang ada di Samudera Hindia, yang mana ini menjadi potensi bencana yang perlu operasi tanggap darurat.

"Nah ini yang perlu untuk tanggap darurat, perlu berhati-hati untuk wilayah Mandailing Natal dan Sumatera Barat. Karena ini masih ada hujan yang perlu diperhatikan itu," terangnya. 

Oleh karena itu, Guswanto meminta kerja sama media untuk membantu menyebarkan informasi seputar peringatan dini dan cuaca ekstrem yang disampaikan BMKG.

"Dan untuk beberapa informasi yang lain, kami siap bersama media, dan mohon bantuannya dari media untuk mendiseminasi informasi peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG. Terima kasih," tutup Guswanto. sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: