Gelar 8 Operasi SAR Korban Bencana Sumatera, Basarnas Special Group Ikut Dikerahkan

Oleh: Kiswondari
Jumat, 28 November 2025 | 09:04 WIB
elar 8 operasi SAR korban bencana Sumatera, Basarnas Special Group ikut dikerahkan. (Foto/BNPB)
elar 8 operasi SAR korban bencana Sumatera, Basarnas Special Group ikut dikerahkan. (Foto/BNPB)

BeritaNasional.com - Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menegaskan bahwa lembaganya merupakan leading sector dalam pelaksanaan operasi search and rescue (SAR) atau pencarian dan penyelamatan korban bencana di Sumatera, yang meliputi tiga provinsi yakni, Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Karenanya, Basarnas menggelar delapan operasi SAR di tiga provinsi tersebut.

"Terkait bencana yang disebabkan oleh hidrometeorologi ini, kita menggelar 8 operasi yang ada di wilayah Sumatera. Baik itu yang ada di Aceh, kemudian yang ada di Sumatera Utara, dan juga di Sumatera Barat," kata Syafii usai Rapat Penanggulangan Bencana Sumatera di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Kamis (27/11/2025). 

Syafii menjelaskan, operasi ini akan mengerahkan seluruh potensi yang ada secara bersama-sama, khususnya di wilayah yang saat ini sedang berjuang dalam mengevakuasi terhadap korban-korban yang masih terisolasi.

Kemudian, sambung Syafii, Basarnas juga telah mengerahkan kekuatan-kekuatan dari kantor-kantor SAR yang tidak terdampak bencana serta Basarnas Special Group, yang merupakan tim elite Basarnas untuk dikirim ke lokasi bencana, baik itu melalui jalur darat maupun jalur laut.

"Begitu juga dari Badan SAR Nasional yang ada di Basarnas Special Group (BSG) juga kita kirim, baik itu menggunakan sarana laut maupun dari menggunakan sarana darat," terangnya.

"Namun saat ini memang jalur darat beberapa titik masih terputus, sehingga kita mengerahkan dengan fasilitas jalur laut," imbuh Syafii. 

Kemudian terkait dengan jumlah korban, kata dia, karena Basarnas menggelar operasi di daerah yang berbeda, maka data korban masih harus dihimpun terlebih dahulu. Namun, ia meminta agar data korban ini tidak menjadi diskusi lebih lanjut, karena yang terpenting adalah upaya evakuasi dan penyelamatan para korban bencana. 

"Jadi terkait dengan jumlah data, tentunya saya mengharapkan tidak menjadi diskusi. Namun dari operasi SAR yang kita laksanakan, pasti kita akan memprioritaskan terhadap adanya kedaruratan manusia yang harus kita selamatkan," tegasnya. 

Selain itu, Syafii menegaskan bahwa korban-korban yang masih dalam pencarian juga menjadi prioritas Basarnas. Khususnya korban bencana longsor, yang mana tim SAR akan melakukan tindakan-tindakan secara manual maupun menggunakan teknologi. 

"Dan harapan kita, keberadaan teman-teman untuk bisa menginformasikan kalau memang ada hal-hal yang perlu diinformasikan. Karena itu sebagai kepanjangan tangan kita untuk bisa melaksanakan tugas di mana kita skala prioritas untuk memprioritaskan di titik-titik yang terdampak," ujar Syafii.

"Mungkin demikian nanti masing-masing kantor SAR memiliki publikasi yang disampaikan di masing-masing tempat. Mungkin demikian, tapi kalau ada hal-hal yang tergabung jadi satu, Basarnas Command Center di sana kami selalu stay untuk memberikan informasi. Terima kasih," tandasnya. sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: