Berbisnis Butuh Etika, Ini Makna dan Contohnya

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Jumat, 28 November 2025 | 06:30 WIB
Ilustrasi berbisnis (BeritaNasional/Freepik)
Ilustrasi berbisnis (BeritaNasional/Freepik)

BeritaNasional.com -  Aktifitas berbisnis mungkin akan selalu dilihat sebagai upaya dalam memperoleh keuntungan sebesar-besarnya atau profit. Padahal hal itu tidak sepenuhnya benar sebab profit bukan satu-satunya yang menjadi fokus utama. Sebab, bisnis tidak hanya tentang uang. Lebih dari itu, setiap pelaku bisnis harus mengerti terkait etika.

Etika bisnis adalah kompas moral atau pemandu untuk melakukan hal yang benar dalam memulai usaha maupun menjalankannya, bahkan saat tidak diawasi. Mengutip laman Pegadaian berikut pengertian etika bisnis.

Definisi Etika Bisnis

Etika bisnis adalah norma/prinsip moral yang diterapkan sebagai landasan dalam melakukan atau mengatur segala tindakan serta proses bisnis.

Penerapan terhadap etika bisnis tidak berlaku untuk membangun hubungan dengan rekan kerja, klien/mitra bisnis, atau investor semata. 

Etika bisnis juga perlu diimplementasikan saat sedang berinteraksi dengan berbagai pihak, termasuk pelanggan potensial dan masyarakat umum. 

Dalam menjalankan tugas bisnis, manajemen perusahaan maupun karyawan diharapkan dapat menjadikannya sebagai acuan dalam membuat keputusan dan menjalankan operasional harian.

Pada praktiknya, etika bisnis bahkan mengatur terkait tata kelola, diskriminasi, perdagangan antarorang dalam, penyuapan, tanggung jawab sosial perusahaan, dan hak kepemilikan.

Dalam banyak hal, etika bisnis mempunyai banyak perspektif dan berhubungan erat dengan undang-undang. Oleh karena itu, pelaksanaannya harus adil dan sesuai ketentuan hukum.

Prinsip Etika Bisnis

1. Kejujuran

Prinsip ini penting untuk dimiliki oleh perusahaan konvensional maupun modern. Bukan hanya tentang penawaran harga, kejujuran berhubungan dengan seluruh aktivitas operasional bisnis.

Dengan bersikap dan bertindak jujur, maka kepercayaan konsumen terhadap perusahaan meningkat. Citra dan reputasi perusahaan pun terjaga dengan baik.

2. Integritas Moral

Nama baik perusahaan penting untuk dijaga. Demi mencapai hal ini, maka penerapan terhadap integritas moral oleh seluruh pihak internal perusahaan sangat diperlukan.

Jika perusahaan memiliki integritas moral, maka kredibilitasnya di mata konsumen maupun pihak lainnya akan lebih meningkat.

3. Otonomi

Dalam etika bisnis, prinsip otonomi merujuk pada kemampuan dan sikap pengambilan keputusan yang bijak, adil, sekaligus tepat.

Setiap tindakan maupun keputusan yang diambil harus didasarkan pada nilai-nilai dan norma berlaku agar menghindari risiko kerugian di kemudian hari.

4. Keadilan

Selanjutnya, prinsip etika bisnis adalah tentang keadilan. Dalam hal ini, setiap individu berhak mendapatkan perlakuan yang sama dan setara sesuai aturan.

Perusahaan diharapkan tidak berlaku diskriminatif terhadap siapa pun, terutama pihak yang telah memberikan kontribusinya dalam kegiatan operasional bisnis.

5. Saling Menguntungkan

Prinsip dasar etika bisnis ini mengacu pada pentingnya kebermanfaatan dan keuntungan bagi setiap pihak atas tindakan yang dilaksanakan oleh perusahaan.

6. Kesetiaan

Prinsip kesetiaan berarti bahwa seluruh elemen dalam perusahaan harus bisa memisahkan urusan pribadi dengan pekerjaan profesional.

Contoh Etika Bisnis

Terdapat banyak contoh etika bisnis yang dapat ditemukan dengan mudah di kehidupan bisnis sehari-hari, antara lain:

Mengikuti aturan yang berlaku, misalnya datang tepat waktu sesuai ketentuan.

Menyapa atasan, rekan kerja, maupun konsumen secara ramah untuk menjaga relasi yang baik dengan semua orang.

Menyebutkan nama dengan lengkap saat memperkenalkan diri. Usahakan untuk dalam posisi berdiri dengan tegak.

Mengucapkan terima kasih atas bantuan atau perhatian yang diberikan.

Mengingat nama atau wajah lawan bicara untuk lebih menghargainya dan membangun komunikasi yang positif.

Berpakaian rapi saat bekerja, khususnya jika ada rapat atau pertemuan dengan mitra bisnis untuk menghormati diri sendiri maupun orang lain.

Menggunakan bahasa yang sopan dan santun saat berkomunikasi atau berinteraksi, terutama klien atau pelanggan.

Memperhatikan sikap tubuh orang lain ketika berinteraksi, misalnya menatap atau berkontak mata dengan lawan bicara.

Menjaga kerahasiaan informasi perusahaan dan data pribadi karyawan maupun konsumen.

Menyampaikan informasi dengan jelas, jujur, dan transparan kepada semua pihak.

Berlaku adil kepada semua pihak dan memberikan kesempatan yang sama untuk bisa berkembang secara profesional.sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: