Kapolres Jaksel Ungkap Alasan Kerangka Alvaro Berserakan di Tenjo
BeritaNasional.com - Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly menjelaskan penyebab dari kerangka Alvaro Kiano Nugroho (6) yang ditemukan berceceran di kawasan Tenjo, Bogor, Jawa Barat.
Menurut Nicolas, kerangka itu berceceran bukan dimutilasi. Tetapi, karena jasad korban dibuang begitu saja oleh ayah tirinya, Alex Iskandar (49) yang itu sesuai dengan keterangan saksi.
“Terkait dengan hal itu, kenapa berceceran? karena sesuai hasil keterangan daripada tersangka dan juga saksi-saksi bahwa mayat tersebut tidak dikuburkan, tidak dimakamkan, tapi dibuang,” kata Nicholas, dikutip Jumat (5/12/2024)
Nicolas mengungkap bahwa Alex sempat meminta bantuan kerabatnya inisial G untuk membawa kantong tersebut agar sidik jarinya tidak menempel. Dengan menipu G yang dijelaskan bahwa isi dalam plastik berisi bangkai anjing.
“Dibuang karena diletakkan di dalam kantong plastik, kantong plastik hitam sampah dan dia buang di sekitar TKP tersebut, bisa saja ada hal yang bisa menyebabkan mayat tersebut atau kerangka tersebut berceceran,” tutur dia.
Sekedar informasi jenazah Alvaro Kiano Nugroho (6) telah selesai dilakukan tes DNA yang hasilnya identik. Sehingga proses pemakaman dilakukan keluarga di pemakaman Tanah Wakaf Masjid Jami Al Muflihun Bintaro, Jakarta Selatan, Kamis (4/12/2025).
Duduk Perkara Kasus
Adapun Alex Iskandar (AI) adalah ayah tiri yang tega menculik Alvaro Kiano pada 6 Maret 2025, karena kesal dengan istri atau ibu kandung korban yang diketahui telah selingkuh. Namun, setelah diculik, AI membekap Alvaro hingga meninggal, karena kesal korban selalu menangis.
Alhasil, setelah Alvaro dipastikan tewas, AI lantas memasukan jasad korban ke kantong plastik hitam untuk selanjutnya dibuang di Kali Cirewed, Tenjo, Bogor, Jawa Barat (Jabar) pada 9 Maret 2025.
Namun setelah serangkaian proses penyelidikan, akhirnya fakta kejahatan dari AI terungkap dan ditangkap Jumat (21/11/2025). Namun memutuskan mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di Ruang Konseling Polres Metro Jaksel pada Minggu (23/11/2025) dini hari.
Disisi lain terkait kejadian AI yang nekat melakukan aksi bunuh diri, Bid Propam Polda Metro Jaya saat ini tengah memeriksa dua personel polisi petugas piket untuk memastikan apakah ada unsur kelalaian atau tidak.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







