Menag Usulkan Terjemahan Bahasa Indonesia di Platform Digital Hadis

Oleh: Tim Redaksi
Jumat, 05 Desember 2025 | 21:35 WIB
Menag hadiri Konferensi Lembaga Hadis ke-5 di Madinah. (Foto/Kemenag)
Menag hadiri Konferensi Lembaga Hadis ke-5 di Madinah. (Foto/Kemenag)

BeritaNasional.com - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengusulkan agar platform digital hadis yang dikembangkan King Salman Complex turut menyediakan terjemahan bahasa Indonesia. Usulan tersebut disampaikan Menag saat menghadiri Konferensi Lembaga Hadis ke-5 yang digelar oleh King Salman Complex for the Prophetic Sunnah di Madinah beberapa waktu lalu.

Dalam acara tersebut, Menag hadir sebagai penasihat pada Lembaga Hadits di Madinah. Ia merupakan satu-satunya tokoh dari Asia yang menjadi anggota Dewan Pengawas lembaga tersebut, yang berada di bawah otoritas keluarga kerajaan Arab Saudi.

Menag menilai, pentingnya terjemahan Indonesia dalam platform digital hadis karena Indonesia memiliki populasi muslim yang sangat besar. Dengan adanya terjemahan itu, akses masyarakat terhadap literatur hadis yang kredibel akan semakin mudah.

“Usulan ini mendapat perhatian positif dari para peserta konferensi dan menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara Indonesia dan Arab Saudi dalam pengembangan studi hadis,” ujar Menag dalam siaran persnya, Jumat (5/12/2025).

Pada kesempatan yang sama, Menag juga menyampaikan kesiapan Indonesia bekerja sama dalam upaya global untuk pelestarian dan pengembangan Sunnah Nabi Muhammad SAW.

“Tawaran kerja sama dan usulan terjemahan bahasa Indonesia menjadi langkah penting untuk meningkatkan akses, kualitas, dan jangkauan kajian hadis di Indonesia dan dunia,” tegasnya.

Menag turut menawarkan adanya kemitraan strategis antara Kementerian Agama dan King Salman Complex dalam pelaksanaan Musabaqah Hafalan Hadis tingkat internasional, serta kesiapan Indonesia menjadi tuan rumah kegiatan tersebut.

“Kami menyambut baik sepenuhnya inisiatif Musabaqah Internasional Hafalan Hadis Nabi yang Mulia. Inisiatif ini sangat sejalan dengan upaya-upaya yang terus dilakukan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia secara berkelanjutan,” kata Menag dalam sambutannya.

Ia menjelaskan bahwa Indonesia secara rutin menggelar musabaqah hafalan hadis tingkat nasional setiap dua tahun sekali yang mencakup hafalan 100 hadis dari Shahih Bukhari dengan sanad lengkap serta 500 hadis beserta syarahnya.

Berdasarkan pengalaman tersebut, dua bentuk tawaran kerja sama diajukan kepada King Salman Complex. Pertama, Indonesia siap menjadi tuan rumah Musabaqah Hadis tingkat internasional. Kedua, adanya dukungan hadiah dan penghargaan dari King Salman Complex bagi para pemenang musabaqah nasional di Indonesia.

“Kami berharap penghargaan ini dapat memperkaya kecintaan generasi muda terhadap Hadis Nabi serta memperluas penyebaran nilai-nilai hadis di tengah masyarakat,” tandas Menag.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: