Berikut Ini Ciri-ciri NPD yang Perlu Diketahui, Apa Saja?
BeritaNasional.com - Apakah Anda pernah bertemu dengan seseorang yang tampak percaya diri, gemar memamerkan diri, namun kurang peka terhadap perasaan orang lain? Atau mungkin seseorang yang merasa dirinya selalu benar dan layak diperlakukan secara istimewa dan selalu dipilih.
Kondisi tersebut bisa menjadi gejala gangguan kepribadian narsistik atau Narcissistic Personality Disorder (NPD).
NPD merupakan gangguan kesehatan mental yang ditandai dengan rasa percaya diri berlebihan, perilaku manipulatif, serta kebutuhan tinggi akan perhatian dan kekaguman.
Penderita kondisi ini kerap tidak menyadari masalah yang dialaminya sehingga sering menimbulkan kesulitan dalam menjalin hubungan dengan orang lain.
Menurut para ahli, NPD biasanya mulai tampak pada masa remaja hingga awal dewasa.
Faktor penyebab NPD, mulai dari bawaan genetik hingga pola asuh yang salah di masa kecil. Meski terlihat penuh percaya diri, pengidap NPD sejatinya rapuh dan mudah runtuh hanya karena sedikit kritik.
Lalu apa saja ciri-ciri NPD?
Menilai diri sendiri terlalu tinggi dan membandingkan diri dengan orang lain secara berlebihan.
Merasa superior tanpa alasan yang jelas.
Melebih-lebihkan prestasi dan kemampuan demi mendapatkan pengakuan.
Meyakini diri sebagai individu istimewa yang hanya dapat dipahami oleh orang “selevel”.
Berfantasi tentang kesempurnaan, seperti kesuksesan besar, kekuasaan, hingga pasangan ideal.
Selalu ingin dipuji dan menjadi pusat perhatian.
Merasa berhak mendapat perlakuan khusus.
Memanfaatkan orang lain demi kepentingan pribadi.
Kurang memiliki empati terhadap orang lain.
Mudah merasa iri atau menuduh orang lain iri padanya.
Bersikap arogan dan meremehkan orang lain.
Menolak kritik, selalu merasa benar, serta mencari perhatian berlebihan.
Bersikap manipulatif, misalnya dengan metode tarik-ulur untuk mendominasi hubungan.
Dampak dan cara menghadapinya
Sikap tersebut dapat menimbulkan masalah dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam hubungan asmara, pertemanan, pekerjaan, maupun lingkungan sosial.
Banyak penderita NPD tidak menyadari kondisi mereka, sehingga hubungan dengan orang lain kerap berakhir menjadi toxic relationship.
Mengapa NPD bisa terjadi?
Hingga kini, penyebab pasti NPD belum diketahui. Namun, para pakar menduga gangguan ini berkaitan dengan pola asuh yang keliru, seperti terlalu memanjakan, memberikan pujian berlebihan, atau sebaliknya terlalu kritis dan keras terhadap anak.
Faktor genetik serta pengalaman masa kecil, termasuk trauma dan kekerasan, juga diyakini berperan dalam pembentukan gangguan ini.
Sumber: Antara

OLAHRAGA | 22 jam yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
GAYA HIDUP | 22 jam yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 19 jam yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 16 jam yang lalu







