Rusia Blokir Snapchat dan Batasi FaceTime, Perketat Kontrol Internet Nasional
BeritaNasional.com - Pemerintah Rusia kembali memperluas pembatasan terhadap layanan digital dengan memblokir akses ke aplikasi media sosial Snapchat serta membatasi layanan panggilan video FaceTime milik Apple. Langkah ini merupakan bagian dari pengetatan kontrol negara terhadap aktivitas internet dan komunikasi daring, menurut laporan regulator komunikasi Rusia dan kantor berita pemerintah.
Sebagaimana dilaporkan The Guardian dikutip dari Antara, Minggu (7/12/2025), regulator Roskomnadzor menyebut kedua layanan tersebut digunakan untuk mengorganisasi serta melakukan aktivitas terorisme, merekrut pelaku kejahatan, hingga melakukan penipuan dan tindak kriminal lainnya terhadap warga Rusia.
Roskomnadzor juga mengungkapkan bahwa pemblokiran terhadap Snapchat sebenarnya telah diberlakukan sejak 10 Oktober, meskipun pengumuman resminya baru dirilis pekan ini. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembatasan yang sebelumnya telah dikenakan pada platform seperti YouTube milik Google, WhatsApp dan Instagram milik Meta, serta layanan Telegram.
Pada musim panas tahun ini, otoritas Rusia memperketat kontrol internet dengan memutus akses internet seluler secara luas. Para pejabat berdalih bahwa kebijakan tersebut diperlukan untuk menggagalkan serangan pesawat tak berawak Ukraina. Di beberapa wilayah, pemerintah menerapkan sistem "daftar putih" berisi situs yang tetap dapat diakses selama pemadaman jaringan berlangsung.
Selain membatasi aplikasi media sosial, pemerintah Rusia juga menargetkan layanan pesan instan. Signal dan Viber diblokir pada 2024, sementara panggilan melalui WhatsApp dan Telegram juga dilarang tahun ini. Roskomnadzor menyatakan bahwa kedua aplikasi tersebut “digunakan untuk kegiatan kriminal.”
Di tengah pengetatan, pemerintah mempromosikan aplikasi pesan lokal bernama Max. Namun aplikasi ini mendapat kritik karena dinilai berpotensi membagikan data pengguna kepada otoritas jika diminta. Pemerintah Rusia turut mengumumkan pemblokiran platform gim daring Roblox dengan alasan melindungi anak-anak dari konten ilegal dan kejahatan seksual.
Pakar keamanan siber dari kelompok hak digital Net Freedom, Stanislav Seleznev, menjelaskan bahwa hukum Rusia mengategorikan platform apa pun yang memungkinkan pengiriman pesan sebagai “penyelenggara penyebaran informasi.” Platform dalam kategori ini diwajibkan memiliki akun di Roskomnadzor untuk memproses permintaan dan memberikan akses kepada pihak keamanan negara guna memantau akun pengguna. Mereka yang tidak mematuhi aturan berisiko diblokir.
Seleznev memperkirakan puluhan juta warga Rusia kini mengandalkan FaceTime setelah WhatsApp dan Telegram dibatasi, dan memperingatkan bahwa platform lain yang tidak memenuhi persyaratan regulator kemungkinan akan ikut terdampak kebijakan pemblokiran.
Sumber: Antara
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu







