Sosok Mirwan MS, Bupati Aceh Selatan yang Pilih Ibadah Umrah saat Daerahnya 'Sakit'
BeritaNasional.com - Mirwan MS, Bupati Aceh Selatan tengah menjadi sorotan publik karena lebih memilih melaksanakan ibadah umrah bersama sang istri, saat daerah yang dipimpinnya sedang 'sakit' akibat bencana banjir bandang beberapa waktu lalu.
Mirwan yang baru dilantik pada 17 Februari 2025 lalu, telah mengecewakan sebagian besar masyarakat pemilihnya yang tengah membutuhkan sosok pemimpin untuk bangkit dari keterpurukan bencana. Apalagi, ibadah umrah itu bukan ibadah wajib dan bisa dilalukan kapan saja.
Siapakah sosok Mirwan MS ini? Berikut adalah profil Mirwan MS, yang dihimpun BeritaNasional dari berbagai sumber, Minggu (7/12/2025).
Profil Mirwan MS
H. Mirwan MS Lahir dari Peulumat, Kecamatan Labuhanhaji Timur, Aceh Selatan pada 9 Maret 1975. Istrinya adalah Devi Nafisah Mirwan, yang sedang berulang tahun saat umrah.
Mirwan merupakan lulusan Sarjana Ekonomi dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) ISM di Jakarta Selatan pada 2014, lalu Magister Ilmu Politik dari Universitas Nasional, Jakarta pada 2021.
Perjalanan Karier Mirwan MS
Sebelum terjun ke politik, ia dikenal di lingkungan usaha dan organisasi sosial. Mirwan membangun reputasi sebagai pengusaha yang aktif dalam jaringan sosial dan kegiatan kemasyarakatan dengan pondasi yang kemudian mengantarkannya ke ranah pemerintahan.
Mirwan pernah menduduki jabatan di sejumlah perusahaan yakni, Pelaksana Husni Utama Grup pada 1995–1997, Pelaksana PT Alfindo Jaya Abadi Jakarta pada 1989–1999, dan Pengawas PT Lampiri Jakarta Utara pada 1999–2021.
Ia juga pernah mengemban jabatan tinggi perusahaan sebagai Direktur PT Ariesta (2002–2011) dan Direktur PT Fesindo Putra Mandiri (2011–2014), Direktur PT Ariesta Motor (Showroom) sejak 2010, dan Komisaris PT Ariesta Aldundo Venturer sejak 2011.
Hingga ia maju pada Pilkada Kabupaten Aceh Selatan di 2024, Mirwan yang berpasangan dengan Baital Mukadis meraih kemenangan dengan 51.609 suara atau 36,32% suara sah. Kemenangan itu mencerminkan fragmentasi politik lokal yang ketat bahwa tidak ada pemenang yang meraih mayoritas mutlak.
Tetapi koalisi dan strategi kampanye lapangan cukup untuk mengantarkannya ke meja pelantikan. Kemenangan ini sekaligus membuatnya menjadi tokoh sentral di politik lokal yang dimana menjabat sebagai Bupati sekaligus memegang posisi strategis di struktur partainya, meski akhirnya dipecat Partai Gerindra sebagai Ketua DPC Gerindra Aceh Selatan usai krontroversinya baru-baru ini.
Kronologi Mirwan MS Tuai Kontroversi Umrah saat Bencana
Sebelum berangkat umrah, Mirwan telah mengajukan izin berpergian ke Gubernur Aceh Muzakkir Manaf dengan alasan penting. Pemerintah provinsi pun menyatakan surat permohonan itu sempat ditolak mengingat kondisi darurat.
“Gubernur telah menyampaikan balasan tertulis permohonan tersebut tidak dapat dikabulkan atau ditolak,” ujar Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, Jumat (5/12/2025).
Sementara itu, Pemkab Aceh Selatan beralasan bahwa Bupati telah melaksanakan kewajibannya sebelum berangkat ke Tanah Suci. Bantuan awal pun telah disalurkan dan kondisi beberapa titik dilaporkan mulai stabil sebelum keberangkatan. Dengan berbagai perbedaan narasi inilah yang memperuncing pro-kontra.
Hal ini disampaikan Denny Saputra selaku Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pemkab Aceh Selatan. Iamenjelaskan bahwa keberangkatan Mirwan MS bersama istrinya melaksanakan ibadah umrah setelah pemerintah memastikan situasi daerah sudah kembali terkendali.
Menurutnya, kondisi Aceh Selatan secara umum telah dianggap stabil, terutama karena air banjir di kawasan pemukiman warga khususnya wilayah Bakongan Raya dan Trumon Raya sudah surut sehingga penanganan darurat dinilai tidak lagi kritis.
Keberangkatan Mirwan MS dan sang istri ini bocor lantaran bermula dari unggahan foto/akun travel umrah yang digunakan Mirwan dan diunggah ulang akun Facebook Kota Banda Aceh. Kemudian foto tersebut menyebar di media sosial dan menjadi sorotan masyarakat nasional. Pasalnya, Mirwan menunaikan ibadah umrah bersama keluarga pada saat terjadi banjir dan longsor yang melanda sebagian wilayah Aceh, termasuk Aceh Selatan.
Sikap Mirwan ini membuat DPP Partai Gerindra menempuh langkah tegas dengan memberhentikan Mirwan dari jabatan Ketua DPC Gerindra Aceh Selatan. Hal ini disampaikam Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Sugiono, yang menyayangkan keputusan Mirwan MS yang dinilai tidak mencerminkan kepemimpinan yang baik. Menurutnya, hal tersebut membuat DPP Gerindra menindak tegas dengan mencopot Mirwan dari posisi Ketua DPC Gerindra Aceh Selatan.
Selain itu, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyatakan akan memeriksa kejadian ini untuk memastikan aturan izin perjalanan kepala daerah diikuti secara tepat.
Demikian informasi mengenai profil Bupati Aceh Selatan Mirwan MS yang memilih umrah saat daerahnya masih dilanda bencana, semoga para kepala daerah bisa lebih bijak dalam bersikap dan memimpin daerahnya.
(Rep / Dinda Aisy)
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
BUDAYA | 2 hari yang lalu
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu







