Hollywood Gempar, Akuisisi Netflix terhadap Warner Bros Picu Gelombang Protes

Oleh: Tarmizi Hamdi
Minggu, 07 Desember 2025 | 11:00 WIB
Ilustrasi Netflix mengakuisisi Warner Bros. (Foto/Freepik)
Ilustrasi Netflix mengakuisisi Warner Bros. (Foto/Freepik)

BeritaNasional.com - Hanya sehari setelah Netflix mengumumkan kesepakatan spektakuler senilai USD82,7 miliar untuk mengakuisisi Warner Bros, industri hiburan global langsung bereaksi keras. 

Akuisisi besar ini telah digambarkan sebagai tindakan yang mendorong Hollywood ke dalam mode panik dan dikhawatirkan akan memberikan pukulan mematikan bagi pembuatan film teater, bahkan dicap sebagai akhir dari Hollywood.

Meskipun kesepakatan yang melibatkan pembelian studio film, televisi, dan bisnis streaming WBD (setelah divisi TV jaringan mereka dipisahkan) ini dijadwalkan rampung pada kuartal ketiga tahun 2026, tentangan sengit datang dari berbagai pihak.

Serikat Pekerja Menentang Keras

Dilansir dari TechCrunch pada Minggu (7/12/2025), salah satu penentangan paling vokal datang dari Writers Guild of America (WGA), serikat penulis Hollywood, yang langsung mengeluarkan pernyataan keras.

"Perusahaan streaming terbesar di dunia yang menelan salah satu pesaing terbesarnya adalah apa yang dirancang untuk dicegah oleh undang-undang antimonopoli," tegas WGA. 

"Hasilnya akan menghilangkan lapangan kerja, menurunkan upah, memperburuk kondisi bagi semua pekerja hiburan, menaikkan harga bagi konsumen, dan mengurangi volume serta keragaman konten bagi semua penonton," paparnya.

Sementara itu, serikat aktor SAG-AFTRA bersikap sedikit lebih hati-hati. Mereka juga menyatakan adanya banyak pertanyaan serius mengenai dampak akuisisi terhadap masa depan industri hiburan.

Tekanan Regulasi dan Sikap Netflix

Kesepakatan ini yang muncul setelah proses kompetitif melawan Paramount dan Comcast kini menghadapi pengawasan regulasi yang intens.

Senator Elizabeth Warren, seorang Demokrat dan kritikus vokal Big Tech, menyebut kesepakatan ini sebagai mimpi buruk antimonopoli.

"Penggabungan Netflix dan Warner Bros. akan menciptakan satu raksasa media besar yang menguasai hampir setengah pangsa pasar layanan streaming yang mengancam akan memaksa warga Amerika membayar biaya berlangganan yang lebih tinggi dan mengurangi pilihan atas apa dan bagaimana mereka menonton, sekaligus membahayakan para pekerja Amerika," ujar Warren.

Menanggapi gelombang kekhawatiran ini, CO-CEO Netflix, Ted Sarandos menyatakan keyakinannya pada proses regulasi.

"Kesepakatan ini pro-konsumen, pro-inovasi, pro-pekerja, pro-kreator, pro-pertumbuhan," klaim Sarandos. "Dan rencana kami di sini adalah bekerja sama dengan semua pemerintah dan regulator terkait, tetapi dengan keyakinan penuh bahwa kami akan mendapatkan semua persetujuan yang diperlukan."

Jika pemerintah akhirnya memblokir akuisisi ini, Netflix diwajibkan membayar denda pemutusan kontrak sebesar $5,8 miliar.

Nasib HBO dan Rilis Bioskop

Sarandos juga menjamin bahwa Netflix berniat mempertahankan studio HBO agar beroperasi sebagian besar seperti sekarang, termasuk melanjutkan produksi acara TV untuk jaringan dan layanan streaming lain.

Mengenai kekhawatiran terbesar industri, nasib perilisan film bioskop, Sarandos mencoba meredakan ketegangan. 

"Semua yang direncanakan untuk ditayangkan di bioskop melalui Warner Bros. akan tetap ditayangkan di bioskop melalui Warner Bros," ucapnya.

Namun, ia mengisyaratkan adanya perubahan jangka panjang. Sarandos berpendapat bahwa jendela waktu akan berkembang sehingga film dapat diakses melalui streaming lebih cepat.

"Penolakan saya sebagian besar disebabkan oleh fakta bahwa jendela-jendela eksklusif itu panjang, yang menurut kami tidak ramah bagi konsumen," tandasnya. sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: