KPK Satukan PAKSI–API Perkuat Gerakan Pendidikan Antikorupsi Nasional

Oleh: Panji Septo R
Senin, 08 Desember 2025 | 09:13 WIB
Lambang KPK. (BeritaNasional/Panji)
Lambang KPK. (BeritaNasional/Panji)

BeritaNasional.com -  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan penguatan ekosistem integritas sebagai agenda strategis nasional melalui penyelenggaraan Temu Aksi Penyuluh Antikorupsi dan Ahli Pembangun Integritas (TAPAKSI–API) 2025 di Yogyakarta.

Wakil Ketua KPK, Ibnu Basuki Widodo, mengatakan forum ini menjadi ajang konsolidasi ribuan penyuluh dari seluruh Indonesia guna memperluas pendidikan dan pencegahan korupsi hingga ke tingkat paling dasar.

Ia menekankan TAPAKSI–API merupakan ruang strategis untuk memperkaya strategi pencegahan serta memperkuat jejaring penyuluhan antikorupsi.

“Di forum inilah berbagai pengalaman, strategi, dan inisiatif pencegahan korupsi diperkaya melalui interaksi langsung, bertukar gagasan, dan merumuskan strategi penyuluhan yang adaptif,” ujar Ibnu di Gedhong Pracimosono, Kepatihan Yogyakarta, dikutip Senin (8/12/2025).

Dengan demikian, kata Ibnu, PAKSI–API dapat menanamkan pendidikan dan pencegahan korupsi jangka panjang sebagai bagian dari pembangunan karakter bangsa.

“Tahun ini menjadi penyelenggaraan kelima, yang menegaskan kuatnya komitmen publik dalam merawat budaya antikorupsi di berbagai daerah,” imbuhnya.

Ia menambahkan bahwa pemupukan integritas tidak cukup berhenti pada diskursus. Kolaborasi lintas daerah dan lintas profesi diyakininya menjadi kunci menghadirkan perubahan nyata.

Peran PAKSI dan API disebut sebagai perpanjangan tangan KPK dalam membangun budaya antikorupsi di masyarakat.

“Penguatan SDM antikorupsi menjadi bagian penting dari strategi nasional pemberantasan korupsi,” tuturnya.

Ibnu menegaskan KPK tidak mungkin berjalan sendiri. Menurutnya, PAKSI dan API adalah mitra strategis dalam menanamkan integritas di masyarakat.

“Mulai dari ruang kelas hingga instansi pemerintahan, upaya memberantas korupsi bukan hanya soal penindakan, tetapi gerakan kolektif yang berangkat dari integritas setiap individu,” ucap Ibnu.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: