Menkomdigi Meutya Hafid Paparkan Progres Pemulihan Telekomunikasi di Sumatera
BeritaNasional.com - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid memaparkan perkembangan terbaru proses pemulihan layanan telekomunikasi di sejumlah wilayah Sumatera yang terdampak banjir bandang serta tanah longsor.
Ia menjelaskan tren perbaikan jaringan Base Transceiver Station (BTS) mulai menunjukkan kestabilan di beberapa provinsi, khususnya di Sumatera Utara, Sumatra Barat dan Aceh.
“Untuk saat ini angka-angka pemulihan jumlah BTS yang terdampak mulai stabil terkhusus untuk Aceh dan Sumut,” ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR RI, Senin (8/12/2025).
Ia merinci kondisi jaringan telekomunikasi yang belum kembali di daerah Aceh dan Sumatera Utara 5,74%, sedangka Sumatera Barat sekitar 2,81%.
Meski demikian, Meutya mengatakan Aceh masih menjadi tantangan tetbesar karena mengalami dampak terbesar dari banjir dan tanah longsor.
"Kita masih punya PR di Aceh, bapak, yaitu 60,72% masih terdampak. Ini dikarenakan power, jadi insyaallah nanti listrik sudah masuk, angka ini bisa up sampai dengan 75% ketika listrik sudah masuk,” kata Meutya.
Ia menampilkan laporan upaya pemulihan di Aceh, Sumut, dan Sumbar, seraya menyinggung kondisi pegawai yang turut menjadi korban bencana namun tetap bekerja di lapangan.
Meutya juga menjelaskan dua jalur konektivitas yang dipulihkan: jaringan operator seluler dan akses internet Bakti.
“Untuk Bakti, dari 602 lokasi BTS, 413 berhasil dipulihkan artinya sudah lebih dari 60 persen. Memang yang paling banyak itu di Aceh,” ujarnya.
Selain pemulihan berbasis jaringan dan listrik, pemerintah juga mengerahkan dukungan satelit.
“Total dari satelit, akses dari satelit Satria 1 milik pemerintah itu sudah turun di 17 titik, dan untuk Starlink yang melalui Kemkomdig turun di 91 titik atas usulan masyarakat serta mengutamakan BNPB, pemda, dan juga usulan dari bapak ibu di Komisi I,” tandasnya.

GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







