KSP Puji Perluasan ETLE Korlantas, Jadi Simbol Kedisiplinan Baru dan Ketertiban Berlalu Lintas

Oleh: Tim Redaksi
Senin, 08 Desember 2025 | 19:15 WIB
Tenaga Ahli Utama KSP dari Kedeputian I Bhinneka Putra Linanta (dua dari kanan) saat memberikan pemaparan. (Foto/Istimewa)
Tenaga Ahli Utama KSP dari Kedeputian I Bhinneka Putra Linanta (dua dari kanan) saat memberikan pemaparan. (Foto/Istimewa)

BeritaNasional.com - Upaya Korlantas Polri memodernisasi penegakan hukum lalu lintas melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) kembali menuai apresiasi. Kali ini, Kantor Staf Presiden (KSP) memuji langkah tersebut, menilai ETLE bukan hanya sekadar alat tilang, melainkan fondasi penting menuju transformasi digital dan budaya tertib berlalu lintas.

KSP menilai bahwa inisiatif Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho dalam membangun tata kelola hukum berbasis kamera ETLE merupakan langkah krusial menuju pemerintahan digital yang akuntabel. Sistem ini dianggap efektif menutup celah penyimpangan dan meningkatkan kepercayaan publik.

"Kami melihat ETLE bukan hanya alat tilang, tetapi simbol kedisiplinan baru. Sistem ini memberi kepastian hukum, mengurangi interaksi fisik, dan memastikan penerimaan negara dicatat jelas melalui PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak),” ujar Bhinneka Putra Linanta, Tenaga Ahli Utama KSP dari Kedeputian I, saat mengunjungi RTMC Polda Metro Jaya, Senin (8/12).

Target 1.000 Kamera di Jakarta dan Penegakan Hukum Humanis

KSP secara tegas mendorong akselerasi penambahan kamera ETLE di DKI Jakarta, mengingat pentingnya pengawasan teknologi di titik-titik rawan kecelakaan.

Menanggapi dukungan tersebut, Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menegaskan komitmen Korlantas untuk mengedepankan tata kelola digital. Ia menargetkan 95 persen penindakan akan dilakukan menggunakan ETLE, dan hanya 5 persen melalui tilang manual sebagai tindakan situasional.

“ETLE adalah cara kami menyapa masyarakat secara humanis. Tidak ada interaksi yang berpotensi transaksional, semuanya tercatat dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Irjen Agus Suryo ketika meninjau pelaksanaan ETLE di RTMC Polda Metro Jaya.

Saat ini Polda Metro Jaya mengoperasikan 127 kamera ETLE statis dan 8 ETLE mobile. Ke depan, Irjen Agus mengusulkan peningkatan signifikan hingga 1.000 kamera ETLE pada tahun 2026 di Jakarta.

“Target penambahan kamera ini bukan angka semata. Ini wujud keseriusan kami mengubah wajah Polantas menjadi lebih dipercaya, profesional, dan berorientasi pelayanan sesuai harapan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo,” tambah Agus Suryo.

Irjen Agus juga menekankan bahwa misi utama dari pengembangan ETLE adalah tunggal: menyelamatkan nyawa di jalan raya, karena banyak kecelakaan berawal dari pelanggaran kecil.

“Dengan ETLE, kami berharap masyarakat tertib dari dirinya sendiri. Semua ini demi keselamatan. Tidak ada tujuan lain,” tegasnya.

Transformasi penegakan hukum ini dinilai sebagai langkah nyata reformasi Polri di lapangan, yang lebih transparan, modern, dan dekat kepada masyarakat, menjadikan ETLE sebagai investasi budaya tertib berlalu lintas Indonesia.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: