Perluas Pasar Ekspor, Kemendag Siapkan Langkah Konkret
BeritaNasional.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyiapkan sejumlah langkah konkret dalam memperluas pasar ekspor. Hal ini bertujan agar kinerja ekspor tetap terjaga di tengah ketidakpastian global. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Dirjen PEN) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Fajarini Puntodewi menjabarkan langkah pertama yakni mempercepat penyelesaian berbagai perjanjian perdagangan dengan berbagai negara mitra strategis sekaligus mengoptimalkan implementasi perjanjian yang sudah berlaku.
"Kemendag juga memperkuat promosi dagang internasional melalui pameran, misi dagang, business matching, dan pemanfaatan platform digital agar eksportir Indonesia dapat menjangkau lebih banyak calon pembeli di pasar global," ujarnya.
Kamendag juga mengoptimalkan peran 46 perwakilan perdagangan Indonesia yang terdiri atas Atase Perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) di berbagai negara.
Pun Kemendag terus mendorong diversifikasi pasar ekspor dengan menyasar kawasan yang masih memiliki prospek pertumbuhan ekonomi tinggi, seperti Asia Selatan, Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Latin.
Dengan langkah ini pemerintah berharap dapat mengurangi ketergantungan ekspor Indonesia terhadap pasar-pasar tradisional seperti Amerika Serikat, Eropa, China, Jerman, Jepang, hingga Filipina.
"Kemendag terus memberikan informasi intelijen pasar dan pendampingan kepada pelaku usaha agar mampu merespons perubahan permintaan pasar global secara cepat," ucapnya.
Berdasar data yang dimiliki Kemendag, kinerja ekspor pada Mei 2026 tercatat 23,20 miliar dolar AS, turun 8,30% dibandingkan April 2026 dan turun 5,73% dibandingkan Mei 2025. Pelemahan secara bulanan tersebut dipengaruhi penurunan ekspor minyak dan gas sebesar 34,38% dan ekspor nonmigas sebesar 7,05% secara bulanan.
Secara kumulatif Januari-Mei 2026, ekspor Indonesia mencapai 115,36 miliar dolar AS atau tumbuh 3,02% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan tersebut didorong oleh ekspor nonmigas yang meningkat 3,89% menjadi 110,19 miliar dolar AS, sementara ekspor migas tercatat sebesar 5,17 miliar dolar AS atau turun 12,71%.
Melansir Antara, Rabu (8/7/2026) pemerintah juag memiliki tiga strategi utama dalam upaya meningkatkan nilai ekspor nasional sebagai upaya mendukung target pertumbuhan ekonomi di saat ketidakpastian global. Strategi itu meliputi perluasan akses pasar ekspor, peningkatan daya saing eksportir serta diversifikasi pasar dan produk ekspor.
"Strategi Kementerian Perdagangan berfokus pada tiga aspek utama," terangnya.
Pertama dilakukan dengan memperluas akses pasar ekspor melalui penyelesaian dan pemanfaatan berbagai perjanjian internasional. Hal ini bertujuan agar produk Indonesia memperoleh tarif yang lebih kompetitif termasuk membuka akses ke pasar yang lebih luas.
Indonesia telah memiliki 25 perjanjian dagang internasional. Beberapa di antaranya yakni Indonesia-United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement (IUAE-CEPA), ASEAN Free Trade Area (AFTA), Indonesia-Australia CEPA, Indonesia-Uni Eropa CEPA, Indonesia-Peru CEPA.
Selain itu, Indonesia-Gulf Cooperation Council Free Trade Agreement (Indonesia GCC FTA), Indonesia Korea CEPA, Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA), ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA) serta ASEAN-Australia-New Zealand Free Trade Area (AANZFTA).
Kedua yakni Kemendag berkomitmen meningkatkan daya saing eksportir khususnya usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Peningkatan daya saing tersebut melalui berbagai program pendampingan ekspor, business matching, promosi dagang, serta penguatan kapasitas pelaku usaha agar mampu memenuhi standar pasar internasional.
Sedangkan trategi ketiga dilakukan dengan mendorong diversifikasi pasar dan produk ekspor sehingga kinerja ekspor Indonesia tidak bergantung pada pasar maupun komoditas tertentu.
Penerapan ketiga strategi ini diharapkan mampu menjadikan ekspor sebagai salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus mendorong penciptaan lapangan kerja dan meningkatkan perolehan devisa negara. (Antara)

OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
GAYA HIDUP | 21 jam yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
BUDAYA | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu







