Mendagri Beberkan Alasan Bupati Aceh Selatan Tetap Umrah Saat Bencana Alam

Oleh: Lydia Fransisca
Selasa, 09 Desember 2025 | 17:13 WIB
Tito Karnavian umumkan sanksi untuk Bupati Aceh Selatan, Mirwan M, Jabatan diambil Alih Plt. (Foto/Tangkapan layar Instagram @h.mirwan_ms_official)
Tito Karnavian umumkan sanksi untuk Bupati Aceh Selatan, Mirwan M, Jabatan diambil Alih Plt. (Foto/Tangkapan layar Instagram @h.mirwan_ms_official)

BeritaNasional.com -  Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyayangkan sikap Bupati Aceh Selatan nonaktif Mirwan MS yang tetap berangkat umrah saat daerahnya tengah dilanda bencana.

"Kita juga menyayangkan yang bersangkutan sampai tetap juga ke luar negeri," kata Tito saat konferensi pers di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2025).

Tito membeberkan bahwa Mirwan berdalih memiliki nazar sehingga tetap memilih berangkat umrah.

"Yang bersangkutan saya tanya, menyatakan bahwa sudah punya nazar saya tidak tahu nazar apa dan kemudian melaksanakan ibadah umrah," ujar Tito.

Oleh karena itu, Tito mengingatkan bahwa membantu masyarakat merupakan ibadah yang utama.

"Saya sampaikan kepada yang bersangkutan bahwa membantu masyarakat, rakyat, itu ibadah paling utama, apalagi yang sedang dalam keadaan bencana, kesulitan," ucap Tito.

"Yang bersangkutan mengatakan sudah membantu, tapi kan tidak cukup sekadar hanya membantu masyarakat. Ada masalah-masalah lain yang perlu diselesaikan di sana," tambahnya.

Sebelumnya, Mirwan juga disebut tidak mengajukan izin kepada Kemendagri untuk bepergian ke luar negeri.

Namun ia mengajukan izin kepada Pemprov Aceh, tetapi permohonan tersebut ditolak oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf.

Setelah ditolak, Mirwan yang saat itu sudah berada di Jakarta memutuskan kembali ke Aceh Selatan.

"Kemudian Bupati Aceh Selatan kembali di Banda Aceh. Dia sebelumnya sudah berangkat di Jakarta tadi, balik ke Banda Aceh dan kemudian dia juga melakukan kegiatan untuk membantu masyarakatnya," ujar Tito.

Meski demikian, Mirwan tiba-tiba tetap memutuskan berangkat umrah pada 2 Desember 2025, dengan keberangkatan dari Aceh.

"Tapi kemudian tanggal 2 Desember 2025, yang bersangkutan berangkat umrah dan berangkatnya dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda. Dan kemudian kita semua tahu ada berita tersebut," ungkap Tito.

"Saya kemudian langsung menelepon yang bersangkutan, minta nomornya, dan setelah dapat saya minta untuk segera pulang," lanjutnya.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: